Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Dari Bogor hingga Padang, Aktivitas Stasiun KAI Tumbuh hingga 108,61 Persen

Dari Bogor hingga Padang, Aktivitas Stasiun KAI Tumbuh hingga 108,61 Persen

Pelayanan
14 Oktober 2026
by Administrator

Pergerakan pelanggan kereta api terus meningkat di berbagai daerah. Sepanjang Januari–September 2026, sejumlah stasiun di Jawa dan Sumatra mencatat pertumbuhan aktivitas pelanggan hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terlihat di berbagai wilayah, mulai dari kota penyangga metropolitan hingga pusat kegiatan regional.

Stasiun Bogor Paledang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam daftar ini, dengan aktivitas naik dan turun pelanggan meningkat dari 395.471 pada 2025 menjadi 825.011 pada 2026, atau tumbuh 108,61 persen.

Diikuti Stasiun Purwakarta, aktivitas pelanggan naik dari 201.953 menjadi 321.384, tumbuh 59,14 persen. Sementara itu, Stasiun Air Tawar di Sumatra Barat mencatat kenaikan 27,66 persen, dari 258.929 menjadi 330.554 aktivitas.

Pertumbuhan juga terjadi di Stasiun Purwosari, Solo, yang mencatat 494.319 aktivitas atau naik 22,17 persen. Stasiun Karawang menyusul dengan 306.533 aktivitas, meningkat 21,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Vice President of Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa peningkatan tersebut muncul di wilayah dengan karakteristik yang beragam. Pertumbuhan terjadi di kota penyangga metropolitan, pusat kegiatan regional, kawasan pendidikan, kota industri, hingga daerah yang menjadi tujuan perjalanan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api semakin digunakan untuk memenuhi beragam kebutuhan mobilitas.

Di sejumlah stasiun lain, Semarang Tawang mencatat 3.329.748 aktivitas, tumbuh 16,68 persen. Stasiun Cilacap meningkat 17,51 persen menjadi 358.605 aktivitas, sedangkan Stasiun Baturaja di Sumatra Selatan tumbuh 16,57 persen menjadi 293.252 aktivitas.

Di Sumatra, aktivitas Stasiun Tanjungkarang mencapai 562.993 atau naik 13,99 persen. Stasiun Kertapati mencatat 862.450 aktivitas, tumbuh 13,78 persen, sementara Stasiun Padang mencapai 921.282 aktivitas atau meningkat 13,74 persen.

Kenaikan juga terlihat di stasiun dengan volume aktivitas yang besar. Stasiun Purwokerto mencatat 2.770.189 aktivitas, naik 12,41 persen, sedangkan Stasiun Surabaya Pasarturi mencapai 2.789.112 aktivitas atau tumbuh 12,32 persen.

Anne menjelaskan bahwa aktivitas stasiun dihitung dari akumulasi pelanggan yang naik dan turun. Dengan demikian, angka tersebut menggambarkan intensitas penggunaan stasiun sebagai titik awal maupun tujuan perjalanan, bukan jumlah pelanggan unik.

Perbedaan pola ini terlihat dari perbandingan sejumlah stasiun. Purwokerto dan Surabaya Pasarturi mencatat volume aktivitas yang besar, sedangkan Bogor Paledang dan Purwakarta menunjukkan laju pertumbuhan yang tinggi. Data tersebut membantu KAI memahami perkembangan kebutuhan perjalanan dari satu daerah ke daerah lainnya.

Tren ini berlangsung seiring tingginya mobilitas masyarakat secara nasional. Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 104,30 juta perjalanan wisatawan domestik pada Agustus 2026, meningkat 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025. Meski perjalanan wisatawan domestik dan aktivitas pelanggan stasiun merupakan indikator yang berbeda, keduanya memberikan gambaran tentang pergerakan masyarakat antardaerah.

Bagi KAI, peningkatan aktivitas di stasiun menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memahami kebutuhan pelayanan, kapasitas ruang pelanggan, pola perjalanan, jadwal kereta, hingga akses menuju dan dari stasiun. Setiap daerah memiliki kebutuhan berbeda, baik yang berkaitan dengan pariwisata, pendidikan, industri, pusat pemerintahan, maupun aktivitas ekonomi sehari-hari.

Anne menegaskan bahwa data hingga tingkat stasiun penting untuk membaca perkembangan tersebut. Ketika aktivitas meningkat, semakin banyak perjalanan masyarakat yang terhubung dengan jaringan kereta api. KAI akan terus memanfaatkan data perjalanan untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

Bagikan ke: