Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Konstruksi Karet–Sudirman Terus Berjalan, Travelator Mulai Dirakit

Konstruksi Karet–Sudirman Terus Berjalan, Travelator Mulai Dirakit

Pelayanan
5 Oktober 2026
by Administrator

Integrasi Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru terus berjalan. Memasuki Oktober 2026, konstruksi di area Stasiun Karet masih berlangsung, sementara perangkat travelator sudah tiba di Stasiun Sudirman Baru dan mulai dirakit.

Pekerjaan ini dilakukan setelah layanan naik dan turun pelanggan Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru sejak 1 September 2026. Proses integrasi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, seluruh pekerjaan terus dikawal dengan tetap memperhatikan perjalanan pelanggan dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan. Saat konstruksi berlangsung di Karet, perangkat travelator di Sudirman Baru juga mulai memasuki tahap perakitan untuk nantinya menjadi fasilitas penghubung antara kedua kawasan tersebut.

KAI menyiapkan satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal. Penataan kawasan juga mencakup koridor pejalan kaki, lanskap stasiun, area drop-off kendaraan lanjutan, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya di kawasan Karet.

Sementara di sisi Kendal, pekerjaan meliputi penambahan eskalator akses, kanopi selasar, dan penataan koridor pejalan kaki.

Aktivitas Sudirman Baru Melonjak Lebih dari 250 Persen

Perubahan pola perjalanan pelanggan mulai terlihat setelah layanan dari Karet dialihkan. Pada Agustus 2026, sebelum pengalihan, Stasiun Sudirman Baru mencatat 190.060 aktivitas Commuter Line Jabodetabek, dengan rata-rata 6.131 aktivitas per hari.

Sebulan kemudian, pada September 2026, angkanya melonjak menjadi 646.411 aktivitas, atau rata-rata 21.547 aktivitas per hari. Dengan demikian, rata-rata aktivitas harian di Sudirman Baru meningkat sekitar 251,45 persen hanya dalam satu bulan.

Kenaikan terjadi pada aktivitas pelanggan yang masuk maupun keluar stasiun. Rata-rata gate in meningkat dari sekitar 3.691 pelanggan per hari pada Agustus menjadi 11.804 pelanggan per hari pada September. Sementara rata-rata gate out naik dari sekitar 2.440 menjadi 9.743 pelanggan per hari.

Kalau dilihat khusus pada hari kerja, peningkatannya juga cukup signifikan. Rata-rata aktivitas Sudirman Baru naik dari sekitar 7.862 aktivitas per hari pada Agustus menjadi 26.178 aktivitas per hari pada September, atau meningkat sekitar 233 persen.

Menurut Anne, perubahan tersebut menunjukkan bahwa pelanggan mulai menyesuaikan pola perjalanannya setelah pelayanan dipusatkan di Sudirman Baru. Jika sebelumnya aktivitas harian berada di kisaran 6.100, pada September sudah mencapai lebih dari 21.500 aktivitas per hari, bahkan melampaui 26 ribu aktivitas pada hari kerja.

Sebagai pembanding, Stasiun Karet pada Agustus 2026 masih mencatat 606.724 aktivitas pelanggan, atau rata-rata sekitar 19.572 aktivitas per hari, sebelum layanan naik dan turun dialihkan pada awal September.

Stasiun Sekitar Ikut Mengalami Peningkatan

Perubahan volume perjalanan juga terlihat di Stasiun Sudirman yang berada di kawasan berdekatan. Aktivitas di stasiun tersebut meningkat dari 2.304.280 aktivitas pada Agustus menjadi 2.474.878 aktivitas pada September 2026.

Secara harian, rata-ratanya naik dari sekitar 74.332 menjadi 82.496 aktivitas per hari, atau tumbuh 10,98 persen. Pada hari kerja, rata-rata aktivitas juga meningkat dari sekitar 82.881 menjadi 91.745 aktivitas per hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan aktivitas di Sudirman Baru berlangsung bersamaan dengan tingginya mobilitas di kawasan Sudirman. Meski begitu, skala peningkatan di Sudirman Baru jauh lebih besar setelah layanan dari Karet dialihkan.

Commuter Line Bandara Tetap Relatif Stabil

Di tengah lonjakan aktivitas Commuter Line Jabodetabek, layanan Commuter Line Bandara di Sudirman Baru justru relatif stabil.

Pada Agustus 2026, Commuter Line Bandara mencatat 78.587 aktivitas, dengan rata-rata sekitar 2.535 aktivitas per hari. Pada September, volumenya tercatat 75.654 aktivitas atau rata-rata 2.522 aktivitas per hari.

Artinya, rata-rata aktivitas harian Commuter Line Bandara hanya berubah sekitar 0,52 persen lebih rendah dibandingkan Agustus.

Menurut Anne, data tersebut menjadi salah satu acuan KAI dalam melihat perkembangan kawasan. Kenaikan terbesar berasal dari Commuter Line Jabodetabek, sementara Commuter Line Bandara relatif stabil. Karena itu, penataan fasilitas diarahkan mengikuti kebutuhan perjalanan yang saat ini terbentuk di lapangan.

Sebelum pengalihan layanan dilakukan, Stasiun Karet dan Sudirman Baru secara bersama-sama telah mencatat 6.702.680 aktivitas pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 4.909.334 aktivitas di Karet dan 1.793.346 aktivitas di Sudirman Baru.

Data tersebut menjadi gambaran penting bagi KAI dalam menata kawasan yang kini memiliki pola perjalanan baru. Integrasi Karet–Sudirman Baru diarahkan untuk membuat perpindahan pelanggan lebih mudah sekaligus menata kembali akses pejalan kaki dan kendaraan lanjutan.

Dengan konstruksi yang terus berjalan dan travelator yang mulai dirakit, fasilitas penghubung tersebut nantinya diharapkan dapat mendukung aktivitas pelanggan sehari-hari di kawasan Karet dan Sudirman Baru.

Ke depan, KAI akan terus mengevaluasi pola perjalanan pelanggan selama masa integrasi, sembari memastikan pekerjaan konstruksi dan pengembangan fasilitas berjalan sesuai kebutuhan mobilitas di kawasan tersebut.

Bagikan ke: