
304 Ribu Pelanggan Naik KA Mutiara Timur, Surabaya–Banyuwangi Makin Terhubung hingga Bali
KA Mutiara Timur terus menjadi salah satu pilihan perjalanan bagi pelanggan yang ingin bepergian dari Surabaya menuju kawasan timur Jawa hingga Ketapang, Banyuwangi. Sepanjang Januari–September 2026, layanan ini telah melayani 304.522 pelanggan, naik 22,78 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 248.021 pelanggan.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas perjalanan menuju Banyuwangi. Data BPS Provinsi Jawa Timur mencatat 1.846.509 perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kabupaten Banyuwangi sepanjang Januari–April 2026. Rinciannya mencapai 440.889 perjalanan pada Januari, 339.120 pada Februari, 672.300 pada Maret, dan 394.200 perjalanan pada April.
Vice President of Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa KA Mutiara Timur memiliki daya tarik karena menghubungkan Surabaya dengan sejumlah kota di kawasan timur Jawa sekaligus memberikan akses menuju berbagai destinasi wisata. Dari Surabaya, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan hingga Banyuwangi dan kemudian tersambung ke Bali melalui Ketapang.
KA Mutiara Timur melayani perjalanan pulang-pergi dengan relasi Surabaya–Ketapang dengan pilihan kelas Eksekutif dan Ekonomi. Pada perjalanan tertentu, pelanggan juga dapat menikmati Kereta Panoramic yang menawarkan bidang pandang lebih luas untuk melihat pemandangan sepanjang perjalanan.
Banyuwangi sendiri menjadi salah satu tujuan yang ramai dikunjungi, terutama saat periode liburan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat 240.632 wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung selama libur Lebaran pada 18–29 Maret 2026. Sementara pada libur panjang 27 Mei–1 Juni 2026, jumlah kunjungan mencapai 90.968 wisatawan, terdiri atas 89.870 wisatawan domestik dan 1.098 wisatawan mancanegara.
Konektivitas perjalanan kemudian berlanjut hingga Stasiun Ketapang yang berada dekat dengan Pelabuhan Ketapang. Sepanjang Januari–September 2026, Stasiun Ketapang mencatat 615.161 pergerakan pelanggan naik dan turun, meningkat 8,56 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 566.643 pergerakan. Dari jumlah tersebut, 292.618 pelanggan tercatat berangkat dan 322.543 pelanggan tiba di Stasiun Ketapang.
Dari Stasiun Ketapang, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang dan menyeberang dengan kapal feri menuju Gilimanuk, Bali. Tingginya mobilitas pada koridor ini salah satunya terlihat pada 31 Mei 2026. Pada momentum arus balik libur panjang tersebut, ASDP mencatat lintasan Ketapang–Gilimanuk melayani 29.075 penumpang dan 9.092 kendaraan dalam satu hari.
Rangkaian konektivitas ini membuat perjalanan pelanggan tidak berhenti ketika kereta tiba di stasiun. Perjalanan dapat dilanjutkan menuju berbagai kota dan destinasi di Banyuwangi, kemudian tersambung dengan transportasi penyeberangan menuju Bali. Mobilitas tersebut juga turut mendukung aktivitas transportasi lokal, akomodasi, kuliner, perdagangan, dan pariwisata di daerah.
Ke depan, KAI terus melihat konektivitas antarmoda sebagai bagian penting dalam memperluas pilihan perjalanan masyarakat. Dengan stasiun yang terhubung dengan pelabuhan dan berbagai destinasi, perjalanan kereta api dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk berwisata, bertemu keluarga, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah.