Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Jalur Rel Antara Stasiun Tuntang dan Stasiun Kedungjati Akan Direaktivasi

Jalur Rel Antara Stasiun Tuntang dan Stasiun Kedungjati Akan Direaktivasi

News
15 January 2013
by Administrator

Reaktivasi jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Tuntang dan Stasiun Kedungjati, Jawa Tengah, mendekati tindak nyata. Jalur yang tidak aktif sejak tahun 1970, akan diaktifkan lagi dengan ditandai oleh penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah. MoU yang ditandatangani, Senin (14/1) di Museum Stasiun Ambarawa, menekankan perlunya aktivasi jalur ini untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kereta api, serta mengatasi kepadatan lalu lintas angkutan jalan. Penandatanganan ini, dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Tundjung Inderawan, dan Gubernur Propinsi Jawa Tengah, Bibit Waluyo yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono

Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Wamenhub, Bambang Susantono, Dirjenka, Tundjung Inderawan menunjukan komitmen bersama untuk reaktivasi Jalur Rel Stasiun Kedungjati - Tuntang

Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Wamenhub, Bambang Susantono, Dirjenka, Tundjung Inderawan menunjukan komitmen bersama untuk reaktivasi Jalur Rel Stasiun Kedungjati - Tuntang

Dengan adanya reaktivasi jalur ini, sudah barang tentu juga akan berdampak pada giat perekonomian di daerah ini. Terutama untuk potensi wisata yang banyak tersimpan di daerah tersebut. Seperti Museum dan Stasiun Ambarawa yang akan dikembangkan oleh PT. KAI menjadi museum perkeretaapian terbesar di Asia Tenggara. Lintas non operasional antara Stasiun Kedungjati dan Tuntang sepanjang 31 km, melalui tiga stasiun, yaitu Stasiun Tempuran, Stasiun Gogodalem, dan Stasiun Beringin. Sedangkan untuk jalur Stasiun Tuntang menuju Stasiun Ambarawa sudah selesai direaktivasi beberapa tahun lalu. Dan bisa dinikmati oleh wisatawan dengan menggunakan KA Wisata yang ditarik lokomotif UAP, sembari menikmati indahnya Rawa Pening.

Dirut PT KAI, Wamenhub, Dirjenka, dan rombongan lainnya menggunakan kereta wisata menuju Stasiun Tuntang

Dirut PT KAI, Wamenhub, Dirjenka, dan rombongan lainnya menggunakan kereta wisata menuju Stasiun Tuntang

Seperti dijelaskan oleh Ignasius Jonan, saat diadakan konferensi pers, pihaknya akan mempersiapkan sarana dan sumber daya manusia untuk operasional kereta api untuk melayani masyarakat luas maupun wisatawan yang akan menggunakan KA Wisata. "Kami sudah memiliki rangkaian KA wisata yang ditarik dengan lokomotif uap dan beberapa tipe kereta kayu," ujar Jonan.

Lokomotif B5112 buatan Hanomag, Jerman, siap dioperasikan untuk menarik KA Wisata yang berada di Museum Ambarawa

Lokomotif B5112 buatan Hanomag, Jerman, siap dioperasikan untuk menarik KA Wisata yang berada di Museum Ambarawa

Setelah acara penandatanganan selesai, semua rombongan, kecuali Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang mesti ke Solo, mengikuti perjalanan menggunakan KA wisata yang ditarik lokomotif uap B5112 menuju Stasiun Tuntang dan kembali ke Stasiun Ambarawa. Lokomotif B5112, sebelumnya hanya menjadi koleksi museum Ambarawa yang tersimpan dan sudah lama tidak beroperasi. Dan lokomotif ini sudah selesai dihidupkan kembali pada 1 Januari 2013 dan diujicobakan secara resmi berbarengan dengan acara penandatanganan MoU ini. Dengan aktifnya lokomotif B5112, maka bertambah satu armada lokomotif uap menjadi 3 unit yang beroperasional setelah sebelumnya museum Ambarawa memiliki Lokomotif B2502 dan B2503. (Humaska)

Share to: