
Peresmian TOD di Wilayah Stasiun Tanjung Barat
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama dengan Perum Perumnas meresmikan dimulainya pengerjaan proyek rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Tanjung Barat pada hari Selasa (15/8). Proyek yang merupakan sinergi antar BUMN ini dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan program satu juta rumah serta menjadi bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau,. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo serta anggota Komisi VI DPR/RI.

Penekanan tombol tanda dimulainya pembangunan TOD di Stasiun Tanjung Barat
Pembangunan Rusunami dengan konsep TOD di Tanjung Barat ini adalah yang pertama di Indonesia sebagai bentuk kerjasama antara Perum Perumnas dan KAI dalam menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Dua BUMN ini menginvestasikan Rp 705 miliar untuk membangun 3 (tiga) menara rusun berkonsep TOD setinggi 29 lantai di lahan seluas 15.244 meter persegi (m2) dengan kapasitas 1.232 unit, dimana sebanyak 289 unit akan diperuntukan secara khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ditargetkan pembangunannya ini bisa selesai pada 2019 mendatang.

Diskusi bersama di lokasi pembangunan
Ada dua opsi yang ditawarkan, tipe studio dengan luas 21 meter persegi dan tipe dua kamar seluas 35-45 meter persegi. Harga jual tipe studio diperkirakan sekitar Rp 200 juta dengan harga Rp 9,3 juta per meter persegi. Adapun tipe dua kamar diperkirakan ditawarkan lebih dari Rp 400 juta dengan harga Rp 18 juta per meter persegi.

Maket TOD di Stasiun Tanjung Barat
Hunian yang dekat dengan stasiun kereta Tanjung Barat ini, akan dilengkapi antara lain dengan tempat ibadah, ruang pertemuan, sarana bermain anak, dan area komersil yang terdiri dari kios, F&B, modern and tranditional retail. Selain itu terdapat tempat parkiran seluas 4.186 m2. Ke depannya rusun TOD tidak hanya akan dibangun di wilayah Jabodetabek saja, tetapi juga di sejumlah lahan milik PT KAI yang tersebar di seluruh Indonesia. Perumnas sendiri menargetkan membangun 50 TOD di seluruh Indonesia. . Perumnas dan PT KAI akan terus bersinergi guna memenuhi perizinan dan ketentuan yang berlaku agar penyediaan hunian yang terintegerasi dengan moda transportasi seperti ini segera terealisasi di lokasi lainnya. Bulan depan Perum Perumnas juga akan memulai pembangunan Rusun TOD di Pondok Cina dan Klender. (PR KAI)