
25 Pegawai Dikirim Untuk Pelatihan ke Australia
Guna meningkatkan pelayanan dan sistem perkeretaapian di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) gencar mengirimkan karyawannya ke luar negeri untuk belajar ilmu perkeretaapian dari negara-negara maju. Sabtu (6/5), Direktur Utama KAI Edi Sukmoro melepas 25 pegawai peserta Diklat Safety Training Batch 2nd-Accident Investigation ke Brisbane, Australia. Seremonial pelepasan dilakukan di Ruang Rapat Kantor Jakarta Railway Center (JRC).

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dan Direktur Keselamatan & Keamanan KAI Candra Purnama melepas rombongan Diklat Safety
"Seeing is believing adalah filosofi program benchmarking KAI yang terus mengirimkan pegawai-pegawainya ke luar negeri untuk belajar sistem perkeretaapian yang maju," ujar Edi Sukmoro. Selain pegawai jajaran keselamatan dan keamanan, Candra Purnama selaku Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI juga turut dalam perjalanan yang dilakukan selama 7 hari, yakni 8-13 Mei 2017. Lebih rinci tujuan diklat tersebut adalah untuk menambah wawasan tentang safety, mempertajam ilmu mengenai langkah melakukan penyelidikan terhadap suatu kecelakaan dan mencari akar permasalahannya kemudian memberikan rekomendasi perbaikan kepada perusahaan di masa mendatang.

Foto Bersama
Australia memiliki standard safety yang sangat baik bahkan negara penghasil wol terbesar ini dijadikan kiblat KAI untuk keselamatan. Edi Sukmoro berpesan agar peserta dapat memanfaatkan kesempatan belajar untuk mendapatkan transfer of technology dan transfer of knowledge. "Jangan lupa disana diamati yang sekiranya di kita tidak ada. Misalkan safety, disana masyarakatnya tidak sebanyak di negara kita, tapi aspek safety sangat diperhatikan. Dipelajari dan dicari tahu bagaimana menerapkannya. Semoga semakin kesana semakin rapi dan banyak yang bisa kita dapatkan dari sana. Selamat jalan, semoga sukses, dan kembali dengan mendapat ilmu yang lebih. Kemudian sepulang dari sana ada yang bisa diterapkan di Indonesia," tutup Edi Sukmoro. (PR KAI)