Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Pengembangan TOD di Wilayah  Stasiun

Pengembangan TOD di Wilayah Stasiun

News
2 March 2017
by Administrator

Kamis (2/3) dengan menggunakan Kereta Inspeksi Wijaya Kusuma Menteri Badan Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro untuk melakukan pembahasan mengenai Transit Oriented Development (TOD) wilayah Jakarta-Bogor. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Kementerian BUMN untuk mendukung program pemerintah dalam mengembangkan pembangunan tata kota yang terintegrasi dengan sistem transportasi sehingga menciptakan suatu kota yang efisien. Rapat di dalam KA Inspeksi ini dilakukan oleh KAI bersama Wijaya Karya, Hutama Karya, Waskita Karya, Adhi Karya, Perum Perumnas, Jasa Marga, dan PP.


Direktur Utama KAI Edi Sukmoro saat mendengarkan arahan dari Menteri BUMN Rini M Soemarno terkait TOD

TOD merupakan suatu konsep pembangunan transportasi yang bersinergi dengan tata ruang guna mengakomodasi pertumbuhan baru dengan memperkuat lingkungan tempat tinggal dan perluasan pilihan maupun manfaat, melalui optimalisasi jaringan angkutan umum massal, seperti bus dan kereta api.


Rapat bersama di KA Inspeksi

Untuk mengembangkan Infrastruktur dan optimalisasi pemanfaatan lahan-lahan strategis di sekitar stasiun untuk dijadikan hunian yang berkonsep sebagai TOD di beberapa stasiun kereta api yaitu Stasiun Bogor, Tanjung Barat, dan Pondok Cina. "Untuk pelaksanaan, konsep TOD akan dilaksanakan pada wilayah kerja Daop 1 dahulu, Selain memberikan manfaat ekonomi, implementasi TOD juga memberikan manfaat sosial," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Konsultasi, dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN Gatot Trihargo.


Rombongan saat meninjau stasiun Bogor


Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menjelaskan aset di wilayah Halte Bogor Paledang

Dengan adanya kawasan transit, masyarakat memiliki ruang publik terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas sosial bersama-sama. Ia menerangkan, pembangunan lahan parkir, lahan komersial, dan rumah susun yang terintergrasi dengan fungsi stasiun kereta merupakan salah satu pengembangan fungsi stasiun dengan prinsip TOD sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan. "Sehingga kota Jakarta dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya di tengah tuntutan kepadatan penduduk dan mobilitas perkotaan yang sangat tinggi," jelas Gatot. (PR KAI)

Share to: