KAI Terima Kunjungan PT Astra dan Inspektorat Jendral Kemenhub
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerima kunjungan benchmarking dari PT Astra International, TBK Rabu (1/2) dan Inspektorat Jendral Kemenhub Kamis (2/2) di Kantor Pusat KAI, Bandung. Pada kunjungan PT Astra, rombongan yang hadir terdiri dari 6 orang dari tim Costumer Satisfaction Development Departement Auto2000 dan 6 orang perwakilan dari Itjen Kementerian Perhubungan yang dipimpin Inspektur II Itjen Kemenhub (bidang perkeretaapian dan angkutan darat) Ahmad. Kedua rombongan disambut oleh tim Internal Audit KAI.
VP Special Audit Bambang Purwadi Nugroho, Memaparkan Materi Tentang Transformasi dan Inovasi PT KAI Kepada Peserta Benchmarking PT Astra
Di hari pertama, benchmarking PT Astra membahas tentang langkah-langkah yang ditempuh KAI dalam melakukan transformasi dan inovasi yang berhasil membawa perubahan yang signifikan dalam melayani pelanggan. Acara dibuka oleh VP Special Audit Bambang Purwadi Nugroho dan Costumer Satisfaction Development Dept. Head PT Astra Cahaya F. Tantri. Bambang dalam sambutannya menyampaikan bahwa ingin menjadikan pertemuan ini sebagai sharing session “Ini merupakan sharing session antara KAI dengan Astra supaya dapat saling belajar satu sama lain” kata Bambang. Sementara itu, Cahaya menyampaikan tujuannya melakukan benchmarking ke KAI yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalamaan aktual (best practice sharing), “tujuannya yaitu untuk menambah wawasan dari transformasi yang telah dilakukan KAI” ujar Cahaya.
Sesi Tanya Jawab Peserta Benchmarking dengan VP Special Audit KAI.
Disamping itu, Cahaya mengatakan memilih KAI sebagai tempat benchmarking karena KAI telah membuktikan perubahan yang drastis dalam melayani pelanggan “Kami salut melihat kondisi KAI yang sangat berubah, kami mengakui bukan hal yang mudah untuk membuat service culture dan pelayanan yang maksimal untuk pelanggan" ungkap Cahaya. Pada kesempatan ini pun Bambang berkesempatan berbagi ilmu dengan memaparkan materi mengenai Transformasi dan Inovasi yang telah dilakukan oleh KAI kepada para peserta yang hadir, acara dilanjut dengan sesi tanya jawab mengenai strategi-strategi yang dilakukan KAI selama proses transformasi tersebut.
Suasana diskusi benchmarking Itjen kemenhub
Sementara di hari kedua, Itjen Kemenhub mengutarakan tujuannya melakukan benchmaking dengan KAI yakni ingin mengetahui acuan apa yang digunakan oleh KAI, karena pekerjaan yang mereka lakukan juga masih seputar pengadaan rel, pengadaan wessel dan balas. "Tidak adanya pembanding dalam pengadaan wessel, pemasangan, pembelian rel, menjadi kesulitan tersendiri bagi Itjen Kemenhub, sehingga sangat perlu untuk melakukan benchmarking seperti ini," ungkap Ahmad. Benchmarking ini membahas mengenai metode apa yang dipakai oleh KAI dalam mengaudit anggaran prasarana serta acuan apa yang PT KAI gunakan. "Kerjaan kita sama namun hanya berbeda nama saja jadi hasilnya berbeda, harusnya tidak seperti itu, namun untuk masalah harga bisa saling tukar yang jadi pertanyaan adalah bagaimana metode yang dipakai oleh PT KAI." ujar Diyono dari Itjen.
Foto bersama Itjen kemenhub dengan KAI
Kedua belah pihak sama-sama memiliki harapan yang sama agar dapat menjadikan pertemuan tersebut sebagai acuan untuk meningkatkan profesionalitas internal audit dalam mereview anggaran. Diakhir acara, EVP Internal Audit Nurul Huda menyampaikan harapannya "Semoga diskusi ini bukanlah yang terakhir namun dapat berlanjut lagi kedepannya dan karena momentum ini sangat dinantikan untuk penyamaan persepsi kedepannya." tutup Huda. (PR KAI)