
Kereta Api Cut Meutia Aceh Resmi Beroperasi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan secara resmi meluncurkan operasional KA Cut Meutia dengan rute Krueng Mane-Bungkah-Krueng Geukeuh, Aceh, dengan jarak tempuh 11,3 kilometer, Kamis(3/11). "KA Perintis Aceh ini dioperasikan untuk melayani masyarakat pada lintas Krueng Mane-Bungkah-Krueng Geukeuh sepanjang 11,3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 Menit," kata Direktur Komersial dan TI KAI M Kuncoro Wibowo. Kuncoro menjelaskan, masyarakat yang ingin menggunakan layanan jasa angkutan KA Cut Meutia dapat membeli tiket di stasiun seharga Rp 1.000. "Besaran tarif tersebut diharapkan bisa dijangkau dan menarik minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api," tegas dia. Asisten II Bupati Aceh Utara Abdul Aziz berharap masyarakat di Aceh Utara mendukung pembangunan kereta api, dan sama-sama menggunakan kereta api sebagai alat transportasi alternatif.

Direktur Komersian dan TI KAI M Kuncoro Wibowo mendampingi Direktur Keselamatan Ditjenka Edi Nursalam menggunting pita dalam prosesi peresmian KA Cut Meutia
Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjenka, Edi Nursalam mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan jalur kereta api di Aceh, sehingga masyarakat yang berada di provinsi paling barat Indonesia itu bisa menikmati transpotasi kereta api. "Dalam rangka persiapan KA Perintis, sejak 2012 hingga 2015 lalu Pemerintah telah membangun prasarana perkeretaapian sepanjang kurang lebih 13,6 kilometer pada lintas Krueng Mane-Kutablang, pendanaan pembangunan tersebut bersumber dari APBN. Kemudian pada 2016," kata Edi. Pengoperasian KA Perintis lintas Krueng Mane-Bungkah-Krueng Geukeuh merupakan bagian dari program pemerintah (Kementerian Perhubungan) untuk membangun serta menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Aceh, dengan menggunakan transportasi Kereta Api, sebagaimana yang diarahkan dalam Nawacita.

Asisten 2 Bupati Aceh Utara Abdul Aziz memberikan semboyan 40 pada KA Cut Meutia
KA Cut Meutia dengan jenis KRDI akan beroperasi 10 kali perjalanan sehari dari Stasiun Bungkaih, 8 kali perjalanan dari Stasiun Krueng Mane dan 8 kali perjalanan sehari dari Stasiun Krueng Geukueh. Prasarana perkeretaapian pada lintas ini memiliki lebar sepur (gauge) 1.435 mm berbeda dengan prasarana perkeretaapian yang ada di Pulau Jawa yang menggunakan lebar sepur (gauge) 1.067 mm. Dalam sekali perjalanannya KA tersebut mampu mengangkut 192 penumpang dengan waktu tempuh 32 menit. Masyarakat yang ingin menggunakan layanan jasa angkutan KA Cut Meutia dapat membeli tiket di stasiun seharga Rp 1.000,-. Besaran tarif tersebut diharapkan bisa dijangkau dan menarik minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api.

Animo masyarakat di sekitar Stasiun Krueng Mane - Bungkaih - Krueng Geukueh sangat tinggi untuk mencoba menggunakan KA Cut Meutia
Kontrak penugasan KA Perintis lintas Krueng Mane–Bungkah–Krueng Geukeuh ini, sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2016 lalu, di Medan. Kontrak dilakukan antara Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Utara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan KAI, dengan nomor kontrak KT.01/KA-PRT/VIII/2016 dan KL.701/VIII/10/KA-2016. Adapun nilai kontrak KA Perintis tersebut sekitar Rp 13,3 miliar yang bersumber dari APBN Tahun 2016. Kontrak angkutan KA perintis ini sendiri berlaku hingga 31 Desember 2016. (PR KAI)