Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
SMN 2016, Belajar Kebudayaan yang Berbeda

SMN 2016, Belajar Kebudayaan yang Berbeda

News
7 August 2016
by Administrator

Memperingati HUT RI ke-71 Kementerian Badan Usaha Milik Negara menggelar acara Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2016. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memberangkatkan 21 siswa/siswi terbaik dan 4 guru teladan Provinsi DIY ke Bangka Belitung di Keraton Yogyakarta, Minggu (7/8). Kegiatan "Siswa Mengenal Nusantara 2016" ini merupakan sinergi BUMN yakni KAI, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) atau dan Primisima bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga DIY.


Gubernur DIY memberikan bantuan pendidikan kepada perwakilan peserta SMN Tahun 2016

Dalam kegiatan selama sembilan hari ini, para pelajar akan dapat mengambil banyak sisi positif mulai dari pendidikan, budaya dan juga kebiasaan-kebiasaan lainnya yang membuat Indonesia ini kaya. “Jangan hanya kenal saja dengan orang-orangnya tapi belajar beradaptasi, belajar kebudayaan yang berbeda, juga sisi-sisi positif baik dari Yogyakarta maupun Bangka Belitung. Kalau bisa nanti waktu pulang orangtua melihat sikap anak mereka yang berbeda, lebih mandiri dan kaya pengalaman hidup," kata Sri Sultan.


Peserta SMN dari Yogyakarta membawakan tarian dalam acara pelepasan SMN Tahun 2016

 “Tahun ini KAI dipercaya kementerian BUMN menjadi penanggung jawab (PIC) program SMN di wilayah DIY. Kami bersinergi dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Ratu Boko (TWC) dan PT Primissima sebagai Co-PIC,” kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto.


Foto bersama jajaran direksi KAI, PT Primissima (Persero), dan PT TWC (Persero) dengan peserta SMN dari Yogyakarta

Eko mengungkapkan, kegiatan SMN pada 2016 ini merupakan penyelenggaraan kedua kalinya dan merupakan wujud komitmen BUMN untuk menumbuhkan dan memupuk rasa kebanggaan berbangsa dan bertanah air Indonesia kepada generasi muda. Sarananya yakni melalui proses pertukaran informasi dan kebudayaan. “Makanya ke-20 pelajar terbaik di DIY ini kami ‘tukar’ dengan 20 pelajar dari Babel. Yang dari DIY belajar di sana sementara dari Babel belajar di sini,” ungkapnya. (PR KAI)

Share to: