Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Peresmian Operasional Kereta Api Kontainer Relasi JICT-CDP

Peresmian Operasional Kereta Api Kontainer Relasi JICT-CDP

News
24 June 2016
by Administrator

Bertempat di Stasiun Jakarta International Container Terminal (JICT), telah diresmikan operasional KA Kontainer relasi JICT-Cikarang Dry Port (CDP) dengan rangkaian 30 Gerbong Datar, Jumat (24/6). Peresmian dilakukan secara simbolis dengan peyiraman lokomotif dan pemecahan kendi oleh Direktur Logistik dan Pengembangan KAI Budi Noviantoro dan dilanjutkan dengan pemberangkatan dengan semboyan 40 oleh Deputy Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono, didampingi Direktur Operasi dan Pemasaran KALOG Sugeng Priyono.


Direktur Logistik dan Pengembangan KAI Budi Noviantoro melakukan penyiraman Lokomotif dan Pemecahan kendi

Dengan adanya KA Pelabuhan ini, diharapkan dapat menekan dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok. "Hasil pemantauan harian, angka dwelling time kita 3,32 hari, ini berpotensi terus menurun hingga di bawah 3, terutama dengan beroperasinya kereta api kontainer ini," kata Agung. Agung mengatakan proses angkut dan bongkar muat kontainer dengan kereta api Tanjung Priok sampai Cikarang Dry Port (CDP) bisa mengurangi dwelling time sebanyak satu hari. "Kapasitas angkut akan dapat ditingkatkan bila dilakukan penambahan jumlah trip, penambahan jumlah lokomotif dan penambahan rel (dari tunggal menjadi ganda), serta penyempurnaan system buka tutup pada persimpangan jalan yang banyak terdapat pada jalur tersebut," jelas Agung.


Pemberian Semboyan 40 oleh Deputy Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono

Sugeng Priyono mengatakan satu gerbong memiliki kapasitas 2 TEUs. Dengan kapasitas angkut 30 gerbong datar atau setara 60 twenty foot equivalent units (TEUs) sekali perjalanan setiap harinya, kereta logistik itu diklaim dapat lebih efisien karena dapat mengangkat lebih banyak muatan dengan waktu yang lebih singkat. "Ini jauh dibanding perjalanan dengan truk yang bisa sekitar 2-3 jam. Yang paling utama, angkutan kereta logistik ini bisa meringankan beban jalan jalan," kata Sugeng. (PR KAI)

Share to: