Koordinasi dengan Walikota Surakarta Terkait KA Bandara Adi Soemarmo
Guna mempersiapkan jalur Kereta Api Ke Bandara Adi Soemarmo, dilakukan pertemuan antara KAI dengan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo pada Sabtu (7/5). Pada kesempatan ini hadir pula Direktur Utama PT Angkasa Pura 1 Sulistyo Wimbo Hardjito. Pertemuan dilakukan di rumah Loji Gandrung Rumah Dinas Walikota Solo. Dari pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan kajian terkait pembukaan rute baru yang menghubungkan antara stasiun dan bandara. Dengan adanya rute baru tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat.
Ada tiga jalur alternatif yaitu dipaparkan KAI, pertama lintas Solo dari Stasiun Purwosari ke bandara melalui Gembongan dan Kartasura. Kemudian yang kedua, lintas Solo dari Purwosari ke bandara melalui Gembongan dan yang ketiga lintas Solo ke bandara melalui stasiun baru di daerah Kalioso, Sragen yang akan terkoneksi dengan Stasiun Solo Balapan. Rudy mengatakan pihaknya juga belum tahu mana saja lahan di Kota Solo yang akan terkena pembuatan jalur tersebut. Namun, jika melihat dari pemaparan yang ada, lebih banyak lahan di luar Solo yang akan terkena proyek, khususnya untuk rute alternatif tiga yang melintas di Kabupaten Sragen. "Nantinya ada kerja sama antara Sragen dengan Solo untuk pembebasan lahan atau penertiban lahan PT KAI yang akan dilewati rel menuju Bandara Adi Soemarmo. Khususnya yang jalur melalui stasiun baru di dekat daerah Kalioso. Tapi berapa lahan yang akan terkena kita juga belum tahu, karena DED-nya belum jadi, yang dipaparkan juga baru foto drone," katanya.
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Direktur Komersial Bambang Eko Martono, Direktur Logistik dan Pengembangan Budi Noviantoro, dan Direktur Aset Tanah dan Bangunan Doddy Budiawan menemui Walikota Solo guna membahas jalur KA Bandara Adi Soemarmo
Foto Bersama
“Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Karena ada dua alternatif jalan yang jadi pertimbangan, bisa melalui stasiun Purwosari ataupun Solo Balapan,” ujar General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman. Jika sesuai rencana, pembangunan rute baru itu nanti akan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Dengan adanya rute tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses moda transportasi darat maupun udara. Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan dari tiga jalur alternatif yang sudah dipaparkan masih dalam kajian untuk ditentukan jalur mana yang akan dipilih untuk direalisasikan. "Pertemuan kami dengan wali kota lebih kepada koordinasi, dan minta izin. Karena jalur ini nantinya akan terintegrasi dengan salah satu stasiun yang ada di Solo. Selain itu, beberapa alternatif jalur yang dipaparkan juga melalui perkampungan," ujarnya. (PR KAI)