Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Angkutan Pupuk dengan Kereta Api Kembali Diaktifkan

Angkutan Pupuk dengan Kereta Api Kembali Diaktifkan

News
12 October 2015
by Administrator

Angkutan Pupuk PT Pusri dari Cilacap-Prupuk yang sudah tidak beroperasi sejak th 1998 lalu mulai hari ini dioperasikan lagi. Pengoperasian kembali angkutan pupuk PT Pusri ini ditandai dengan pemberangkatan KA Luar Biasa (KLB) Angkutan Pupuk Pusri (Cilacap-Prupuk) Selasa (12/10). Kedatangan KLB angkutan pupuk perdana yang menggunakan Lokomotif CC 206 dengan rangkaian 18 Gerbong Tertutup dengan kapasitas angkut 540 ton tersebut  diterima secara simbolik oleh VP Daop 5 Safrudiansyah di Stasiun Prupuk


VP Daop 5 Safrudiansyah melakukan pengguntingaan pita pembukaan kiriman Angkutan Pupuk ke Stasiun Prupuk

Safrudiansyah mengatakan, reaktivasi Angkutan Pupuk PT Pusri ke Stasiun Prupuk ini akan mendorong tumbuhnya angkutan pupuk dengan KA dari Stasiun Cilacap ke tujuan lain. "Dengan dijalankannya KA ini, kami berharap akan membangun kerjasama yang baik dengan PT Pusri sehingga kedepannya kerjasama dapat terus ditingkatkan," ujar Safrudiansyah. Kepala Pemasaran Pusri Jateng Sutisna mengucapkan terimakasih atas respon cepat dari jajaran Daop 5 Purwokerto dalam menindaklanjuti keluhan PT Pusri pada saat uji coba loading-unloading angkutan Pupuk. "Dengan beroperasinya KA ini, dapat membantu PT Pusri dalam mendistribusikan pupuk dengan jumlah banyak dalam waktu yang bersain dengan angkutan darat," ujar Sutisna.


VP Daop 5 dan Kepala Pemasaran Pusri Jateng membuka gerbong secara simbolik

Reaktivasi angkutan pupuk relasi Stasiun Cilacap-Prupuk ini melengkapi reaktivasi jalur angkutan pupuk PT Pusri sebelumnya yaitu dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Gombong, Maguwo dan Ceper yang saat ini sudah berjalan. Manager Corcomm Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan satu rangkaian kereta api angkutan pupuk yang membawa 20 gerbong bisa mengangkut muatan sebanyak 600 ton. “Bila menggunakan truk, beban sebanyak ini paling tidak dibutuhkan 40 truk tronton dengan muatan masing-masing 15 ton. Jadi, bisa dibandingkan bahwa angkutan barang dengan KA memang jauh lebih efisien,” ujar Surono. (Corcomm KAI)

Share to: