KAI Berkomitmen Berikan Kenyamanan Melalui Stasiun Terpadu
Integrasi antar moda transportasi yang baik akan semakin memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi massal, diharapkan jika dikelola dengan baik akan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi massal. Demi mewujudkan layanan di bidang transportasi massal yang terintegrasi dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Hal itu dikarenakan agar pelayanan bagi masyarakat berjalan optimal serta mampu memaksimalkan penggunaan moda transportasi yang sudah ada selama ini.
Suasana peresmian penataan kawasan stasiun kereta api di DKI Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Mass Rapid Transit Jakarta (Perseroda) berkolaborasi dalam melakukan penataan kawasan stasiun kereta api di DKI Jakarta. Pada penataan tahap pertama, terdapat empat stasiun yang ditata yaitu Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Pasar Senen, dan Juanda. Adapun pelaksanaannya dimulai sejak penandatanganan perjanjian kerja sama pada 10 Januari 2020 dan setelah dikerjakan selama lima bulan, penggunaan kawasan stasiun yang terpadu diresmikan, Rabu (17/6/2020). Peresmian ini di hadiri oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Direktur Utama PT MRT William P. Sabandar dan Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat. “Penataan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna kereta api saat akan menuju dan tiba di stasiun. Karena setelah ditata, akses menuju stasiun lebih teratur dan dilengkapi integrasi antarmoda yang baik,” ujar Direktur Utama KAI Didik Hartantyo.
Penandatanganan perjanjian kerjasama penataan kawasan stasiun kereta api terintegrasi
KAI mendukung penuh proyek penataan stasiun ini sejak pertama kali dicanangkan, karena akan meningkatkan pelayanan kepada para penumpang kereta api dan memberikan nilai tambah bagi kawasan stasiun yang dikelola oleh KAI. Melalui penataan stasiun, kini tersedia akses bagi pejalan kaki yang nyaman untuk menuju ke stasiun. Seperti adanya plaza, jalur pedestrian yang lebar, dan dilengkapi kanopi. Kemudian, layanan transportasi lanjutan seperti bus, angkot, bajaj, dan ojek juga sudah disiapkan areanya masing-masing dengan teratur. Penumpang yang baru turun dari kereta api di stasiun juga tidak akan kebingungan untuk mencari lokasinya, karena sudah tersedia rambu pengarah di dalam dan luar stasiun yang cukup jelas. “Dengan adanya penataan ini aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang semakin meningkat,” tambah Didiek.
Sebelum adanya penataan stasiun, kondisi lalu lintas di kawasan sekitar stasiun kerap mengalami kemacetan akibat tidak teraturnya moda lanjutan di masing-masing stasiun. Hal ini diperparah dengan kehadiran pedagang kaki lima yang kurang tertata di sekitar area stasiun. “Penataan juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan para pelaku usaha di sekitar stasiun, karena hadirnya kawasan stasiun yang lebih indah dan tertata,” tukas Menteri BUMN Erick Tohir dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama hari ini juga dilakukan prosesi penandatanganan Perjanjian Kerjasama, tentang Penataan Kawasan Stasiun PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara Terintegrasi di Wilayah Provinsi DKI Jakarta melalui Rencana Aksi Jangka Pendek (Quick Win) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda). (Public Relations KAI)