Jelang Operasional Jalur KA Cibatu-Garut, KAI Cek Sejumlah Fasilitas Prasarana
PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali melakukan pengecekan reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut pada Jum’at (31/1). Dalam pengecekan yang diikuti oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro beserta jajaran direksi lainnya ini untuk memastikan kesiapan prasarana mulai dari jalur rel, persinyalan, dan juga stasiun yang akan digunakan sepanjang jalur Cibatu-Garut.
“Jalur ini harus sering dilalui ya, untuk uji coba ketahanan daripada jalur rel itu sendiri dan jembatan. Harapan saya minggu kedua bulan Februari bisa dilakukan uji coba. Warga Garut, Wanaraja juga bisa naik. Bisa bablas sampai Cibatu, Bandung bahkan sampai Jakarta,” katanya.
Dirut KAI Edi Sukmoro melihat Master Plan pembangunan Stasiun Garut
Saat ini progres reaktivasi hampir selesai, dimana rel telah tersambung dari Stasiun Cibatu hingga ke Stasiun Garut.
“Perbaikan stasiun juga sudah hampir selesai seluruhnya. Tinggal sedikit yang perlu kami selesaikan, sehingga kami optimis jalur ini dapat segera dioperasikan,” ungkap Edi.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah berkoodinasi dengan Kemeterian Perhubungan terkait perizinan operasional jalur kereta tersebut.
“Minggu kedua kita laksanakan uji coba. Tujuh sampai 10 hari setelah itu jika perizinannya keluar maka kita operasionalkan secara komersial,” jelasnya.
Edi menambahkan, jalur kereta Cibatu-Garut masih single track, jadi dalam sehari hanya dilakukan 4 kali perjalanan PP dan KAI akan akan fokus pada jumlah kereta dalam satu rangkaian serta menambahkan gerbong untuk barang.
Jajaran KAI meninjau bangunan lama Stasiun Wanaraja yang telah diperbarui
Ia juga mengatakan bahwa Garut berpotensial untuk penghasil kerajinan dan hasil bumi.
Kehadiran transportasi kereta api di Garut dapat meningkatkan konektivitas, membuka potensi wisata baru, dan meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Garut dan sekitarnya.
Jika penumpang Garut ke Jakarta banyak, maka tidak menutup kemungkinan akan dibuat jalur langsung ke Jakarta tanpa harus menyambung kereta lain.
“Kita lihat bagaimana nanti ya, ini sudah sampai Garut. Kalo memang penumpang dari Garut ke Jakarta potensial atau besar, nanti kita buat dari Garut langsung ke Jakarta. Sangat mungkin,” katanya.
Nantinya para wisatawan dapat lebih mudah mengakses wilayah Garut dimana sebelumnya hanya dilayani oleh jalur darat yang kerap mengalami kemacetan. Dibandingkan dengan moda transportasi lain, kereta api memiliki keunggulan dalam hal keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan.
Saat ditanya terkait reaktivasi jalur Garut-Cikajang, Edi menjawab bahwa KAI saat ini masih fokus dengan relasi Cibatu-Garut tersebut.
"Yang penting itu sampai Garut dulu, nanti kita lihat selanjutnya. Karena ada empat jalur reaktivasi, seperti Ciwidey, Pangandaran, dan Tanjungsari," tambahnya.
Terkait harga tiket, KAI belum menentukan untuk rute ini dikarenakan masih dalam proses perhitungan. Namun dipastikan harga tiket yang ditetapkan akan terjangkau dan selama masa promosi akan digratiskan.
Dirut KAI meninjau progres pembangunan Stasiun Garut
Melihat antusiasme warga untuk jalur kereta Cibatu-Garut ini, Edi yakin warga akan memanfaatkan kereta ini dengan baik.
“Kesan saya baik, disambut dengan antusias warga. KAI merasa bangga atas antusiasme dan dukungan masyarakat selama proses reaktivasi jalur tersebut. Kami mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar KAI bisa segera mengoperasikan kereta api menuju Stasiun Garut yang sebentar lagi akan selesai,” imbuh Edi.
Tak lupa, Edi Sukmoro mengucapkan terima kasih atas dukungan Presiden RI, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Barat, Bupati Garut, masyarakat dan semua pihak yang telah mendukung proses reaktivasi jalur KA Cibatu-Garut sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.
“Pesan kami kepada masyarakat, jika nanti sudah dioperasikan mari kita jaga bersama-sama fasilitas publik ini,” tutup Edi Sukmoro.