Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
KAI Raih Penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2019

KAI Raih Penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2019

News
22 December 2019
by Administrator

PT Kereta Api Indonesia (Persero) meraih Penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2019 Kategori Badan Usaha Non Koperasi Bidang usaha Pelayanan Transportasi Publik dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2019 yang di gagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan  (PMK) bertempat di Auditorium BJ Habibie Lt 3 Gedung II BPPT Jakarta, Sabtu (21/12).

Hadir mewakili PT KAI Corporate Deputy Director of Personnel Care, Control and Development Wawan Ariyanto yang menerima langsung penghargaan diserahkan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy.

CDD of Personnel Care, Control and Development Wawan Ariyanto menerima penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2019 dari Menko PMK Muhadjir Effendy
CDD of Personnel Care, Control and Development Wawan Ariyanto menerima penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2019 dari Menko PMK Muhadjir Effendy

Hadir pula beberapa Menteri diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agama Fahcrul Razi, Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala Badan Pusat Statistik  Suhariyanto.

Ada  10 Kategori dan 21 Nomine peraih penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2019 yang berasal dari berbagai kalangan antara lain pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan maupun organisasi sosial yang secara tegas menunjukan keteladanan, mendorong perubahan dan memberikan dampak positif secara menyeluruh, beretos kerja tinggi dan berintegritas sesuai dengan milai-nilai yang tertuang dalam gerakan Revolusi Mental.

Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy mengatakan penghargaan ini sejalan dengan terbitnya Indeks Capaian Revolusi Mental atau ICRM.

"Mudah-mudahan ini adalah langkah menuju Indonesia maju," katanya.

Muhadjir berharap, ke depan, gerakan revolusi mental akan makin masif digalkakkan. Adapun sasaran yang menjadi target dari adanya gerakan revolusi ini adalah perubahan mental secara keseluruhan.

"Nantinya akan ada perubahan cara pandang, sikap, dan tindakan. Jadi mental dulu yang harus mengalami perubahan. Misalnya perubahan yang tidak baik menjadi baik," ujarnya. (Public Relations KAI)

Share to: