
PT KAI Rayakan Ulang Tahunnya yang ke-69
PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), Minggu 28 September 2014, usianya telah memasuki ke 69 tahun. Peringatan HUT KA ini, dilaksanakan di seluruh Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre) yang berada di Jawa serta Sumatera termasuk di Kantor Pusat PT KAI yang dilakukan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ir. H. Djuanda. Di usianya yang sama dengan umur Negara ini, masih banyak tantangan yang mesti dihadapi oleh PT KAI ke depan. Dan diperlukan kerja keras oleh semua insan PT KAI dalam terus tumbuh dan mengembangkan PT KAI.

Komisaris Utama PT KAI, Iman Haryatna memberikan piagam penghargaan pada Pegawai Teladan
Inilah menjadi poin utama yang diutarakan oleh Komisaris Utama ketika menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT KA ke-69. Dilanjutkannya, di usia yang tidak muda lagi, PT. KAI harus terus menunjukan pada para stakeholders, bahwa PT. KAI mampu menjawab keinginan konsumennya melalui perbaikan layanan dan inovasi-inovasi. Mengingat, persaingan di jasa layanan transportasi semakin hari semakin tinggi. Hal senada diutarakan oleh Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan, dalam acara ramah tamah setelah upacara peringatan selesai. Ujarnya, Indonesia di awal kemerdekaannya, memiliki 1200 lokomotif dan mewarisi lebih dari 8000 km jalan rel, belum termasuk gerbong barang dan kereta penumpang dalam berbagai bentuk. “Saat ini, PT. KAI memiliki sekitar 500 Lokomotif dan mengoperasikan sekitar 5.000 KM jalan rel dan lebih dari 6.000 gerbong dan lebih dari 1.500 kereta, 600 KRL dan lebih dari 100 KRD,” tutur Jonan.

Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, Komisaris Utama PT KAI, Iman Haryatna, serta Dirjenka, Hermanto Dwiatmoko mendampingi ahli waris Ir H Djuanda ketika meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ir H Djuanda PT KAI
Jonan berkeyakinan, PT. KAI akan kembali berjaya saat awal kemerdekaan Indonesia dalam 5-10 tahun mendatang. Bahkan melebihi masa kejayaannya pada tahun 1950-an. “Untuk mengembalikan masa kejayaan tersebut diperlukan kerja keras, konsisten, disiplin dan mengikuti kebutuhan pelanggan tanpa kenal lelah dan harus semakin bersih dari KKN,” tutup Jonan.

Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan memberikan miniatur Lokomotif B 5112 kepada Kepala Staff TNI AL, Laksamana TNI Dr. Marsetio, M.M.
Dalam peringatan tahun ini nama Ir. H. Djuanda, Pahlawan Nasional Indonesia yang juga Kepala Pertama Djawatan Kereta Api (DKA) diresmikan sebagai nama Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. KAI. Juga dilakukan Lauching Buku "Mengubah Indonesia Lewat Kereta Api" dan penandatanganan prasasti Lokomotif B5112 yang telah selesai direstorasi. (Humaska)