Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
KA Angkutan Semen PT Indocement Tempuh 1.060 km dari Bogor sampai Banyuwangi

KA Angkutan Semen PT Indocement Tempuh 1.060 km dari Bogor sampai Banyuwangi

News
3 July 2014
by Administrator

Tepat pukul 17.15 WIB, Rabu (2/7) diluncurkan KA 8051 yaitu KA angkutan semen dari Stasiun Nambo, Bogor menuju Stasiun Banyuwangi Baru, Jawa Timur. KA ini terdiri dari 20 Gerbong Datar berkapasitas angkut 800 ton per hari. Peluncuran dilakasanakan oleh Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan dan Direktur Utama Indocement, Cristian Kartawijaya didampingi Direktur Utama PT Kalog, Budi Noviantoro.

Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan beserta jajaran PT KAI dan PT KALOG, menyaksikan Direktur Utama PT Indocement,
Cristian Kartawijaya (kedua kanan) memberikan semboyan 40 untuk memberangkatkan KA

Hal ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Kalog di industri logistik. Secara keseluruhan Kalog telah mengoperasikan 8 KA semen dengan kapasitas angkut 6.400 ton per hari. Peluncuran KA angkutan semen ini dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Pengiriman Semen Menggunakan Kereta Api dengan Jarak Terpanjang” yaitu 1.060 km dalam sekali jalan.

Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan mewakili PT KAI menerima Rekor MURI untuk Pengiriman Semen Menggunakan KA dengan Jarak Terpanjang

“Kami berterima kasih kepada Indocement yang telah memberdayakan angkutan semen dengan menggunakan moda kereta api. Dan ini merupakan angkutan terjauh yang pernah PT KAI lakukan dalam sejarah perkeretaapian Indonesia sejak Republik ini ada.” Ujar Jonan

KA 8051 yang mengangkut semen dari Stasiun Nambo, Bogor menuju Stasiun Banyuwangi Baru yang terdiri dari 20 gerbong datar

"Kita lebih cepat, dari Nambo sampai Banyuwangi Baru sekitar 21-23 jam. Pokoknya lebih cepat. Mana ada angkutan truk bisa sampai secepat itu, jika normal pakai truk sampai banyuwangi bias sampai 3 hari," ujar VP Public Relations PT KAI, Sugeng Priyono. Direktur Operasional PT KaLog Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan dengan adanya angkutan ini diharapkan bias memacu pergerakan logistic dari jalan raya ke rel. (Humaska)

Share to: