Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Groundbreaking Pembangunan Hunian berbasis TOD di Stasiun Rawa Buntu, Jurangmangu, dan Cisauk

Groundbreaking Pembangunan Hunian berbasis TOD di Stasiun Rawa Buntu, Jurangmangu, dan Cisauk

News
10 December 2018
by Administrator

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Perumnas (Persero), PT Hutama Karya (Persero), dan PT Adhi Karya (Persero) saling bersinergi membangun rumah susun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang terletak di tiga stasiun KRL, yakni Stasiun Rawa Buntu, Stasiun Jurangmangu, dan Stasiun Cisauk. Senin, (10/12) seremonial Groundbreaking sinergi BUMN Rumah Susun Terintegrasi Stasiun dilakukan di Stasiun Rawa Buntu dan Ciasuk. Pembangunan Rusunami ini diharapkan menjadi jawaban untuk mengatasi permasalahan kurangnya lahan dan kemacetan lalu lintas sekaligus. Selain terintegrasi dengan transportasi KRL, kawasan TOD juga akan dilengkapi area publik berupa parkir mobil, parkir, komersial area, taman dan area publik bersama. Konsep hunian ini akan memudahkan mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas karena juga akan memiliki area komersil dan fasilitas umum yang semuanya terintegrasi dalam satu kawasan. Secara luas biaya transportasi dan kemacetan di wilayah perkotaan akan semakin berkurang, serta penataan ruang kota pun semakin efisien.

Berdiskusi di depan Maket Rusunami di Stasiun Rawa Buntu
Berdiskusi di depan Maket Rusunami di Stasiun Rawa Buntu

Budi Karya Sumadi menyampaikan hunian berkonsep TOD ini merupakan salah satu inisiasi untuk esensi pergerakan mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek. “Saat ini ada 47,5 juta perjalanan setiap hari di Jabodetabek. Bisa dibayangkan kemacetannya seperti apa. Dengan hunian berkonsep TOD (transit oriented development), pergerakan akan lebih sedikit, masyarakat tak perlu membawa kendaraan pribadi untuk berkegiatan di luar." ujar Budi Karya Sumadi. Rini M Soemarno mengatakan BUMN terus berupaya menyediakan hunian di aset-aset milik BUMN. Saat ini sudah ada dua hunian yang sedang dibangun, yakni di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina. "Kita berharap, masyarakat bisa memanfaatkan public transport sehingga bisa mengurangi kendaraan pribadi, mengurangi kemacetan lalu lintas, maupun polusi. Yang paling utama, masyarakat kita bisa mendapatkan hunian yang nyaman dan memadai, dan harganya terjangkau," ungkap Rini.

Penarikan tuas yang menandai dimulainya pembangunan TOD
Penarikan tuas yang menandai dimulainya pembangunan TOD

Basuki Hadimuljono menilai, kehadiran Rusunami berbasis TOD yang sebagian besar diperuntukan bagi para pekerja golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah perkotaan memberikan nilai efisiensi sangat tinggi karena lokasinya dekat dengan transportasi publik, khususnya kereta commuter yang melayani sistem metropolitan Jabodetabek. "Ukurannya pun juga cukup ideal untuk hunian, yaitu tipe 32 dan tipe 70. Setiap towernya dialokasikan 25-30 persen untuk MBR. Adanya program pembangunan Rusun TOD akan meningkatkan capaian Program Satu Juta Rumah di mana tahun 2018 capaiannya sebanyak 1.041.323 unit," ujarnya. Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, pembangunan hunian vertikal terus didorong karena keterbatasan lahan di Kota Tangerang Selatan. "Dengan TOD ini, warga Tangsel dan calon warga Tangsel mempunyai alternatif hunian dan kemacetan akan berkurang. “Ini bisa jadi alternatif pilihan bagi masyarakat Tangsel maupun calon masyarakat Tangsel untuk punya rumah layak huni. Sehingga tak ada perbedaan siapa yang punya rumah. Semoga segera selesai agar bisa dinikmati masyarakat," ujarnya.

Perum Perumnas membangun di Stasiun Rawa Buntu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk membangun rusunami di Stasiun Cisauk, dan PT Hutama Karya (Persero) membangun rusunami di Stasiun Jurangmangu. "Melalui hunian menempel dengan Stasiun Rawa Buntu ini, maka akan banyak lagi hunian terjangkau yang dapat diserap oleh masyarakat," ujar Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo. Proyek yang dinamakan Mahata Serpong ini akan berdiri di atas lahan seluas 24.626 m2 dengan total unit 3.632 hunian. Tahap pertama dibangun tiga tower dari total enam tower. Menurutnya, saat ini perizinan sudah rampung dan pembelian unit dapat dipesan di kantor marketing Perumnas yang salah satunya berada di Stasiun Rawa Buntu. Di Cisauk akan dibangun enam tower dengan 2.641 unit hunian. Tahap pertama, sebanyak 832 unit dengan bauran 300 unit hunian subsidi dan 532 unit non subsidi. Sedangkan di Jurang Mangu, akan dibangun sebanyak 4.510 unit dan akan terbagi menjadi enam tower di atas lahan seluas 4,6 hektare (ha).  Adapun target pembangunan Kawasan TOD di Rawa Buntu diperkirakan selesai tahun 2020, Cisauk tahun 2021, dan Jurang-mangu selesai tahun 2023.

Foto bersama di lokasi pembangunan
Foto bersama di lokasi pembangunan

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan kerjasama pembangunan Hunian Terintegrasi Transportasi ini dilaksanakan dengan pemanfaatan atas lahan milik PT KAI memperhatikan pola kerjasama jangka panjang sebagaimana pada Permen BUMN No. PER-13/MBU/09/2014 Tentang Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap Badan Usaha Milik Negara.Untuk meningkatkan efektivitas perjalanan para penghuninya, rencananya perjalanan KRL di jalur Tangerang juga akan ditambah dan rangkaiannya akan diperpanjang untuk mengakomodir kawasan TOD tersebut.

Share to: