
KPK Bantu Penanganan Aset KAI
Dengan luasnya aset yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia (Persero), maka diperlukan pengawasan akan aset-aset tanah dan bangunan yang ada agar dapat dimanfaatkan oleh KAI. Tidak jarang aset yang dimiliki oleh KAI ditempati atau digunakan oleh pihak lain sehingga tidak dapat digunakan oleh KAI. Atas dasar itulah KAI senantiasa berkordinasi dengan pihak pihak terkait seperti Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi, serta para stakeholders lainnya. Pada Rabu (21/11) Direktur Utama KAI Edi Sukmoro berkunjung ke KPK untuk membahas mengenai penanganan aset KAI yang digunakan oleh pihak lain. KAI berharap dengan adanya pertemuan ini, KPK dapat membantu KAI dalam menyelamatkan aset-asetnya agar dapat digunakan untuk kepentingan perusahaan.

Stasiun Cirebon sebagai salah satu aset KAI
“Saya sudah cek ada pembicaraan lebih lanjut terkait dengan penyelamatan aset KAI karena ada beberapa aset KAI di daerah yang masih tumpah tindih atau diduduki oleh pihak lain,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Menurutnya KPK akan membantu KAI dalam penanganan asetnya dalam fungsi pencegahan mencoba semaksimal mungkin melakukan upaya penyelamatan aset itu. “KPK membantu untuk penyelamatan aset tersebut tetapi ada juga aset-aset KAI yang diperdebatkan atau disengketakan diklaim dimiliki oleh pemerintah daerah atau instansi-instansi yang lain," katanya.
Edi Sukmoro menyatakan penyelamatan aset KAI bertujuan untuk menata kembali aset negara dan mengembangkan transportasi kereta api nasional kedepannya. KAI meminta pendampingan dari KPK agar masalahnya bisa terselesaikan dan aset negara bisa kembali. Kerja sama KAI dan KPK ini tercatat sudah mulai terjalin sejak tahun 2012. Pada 2014 KPK juga telah meminta kepada KAI untuk mensertifikasi asetnya, menertibkan asetnya, dan secara berkesinambungan menyelesaikan permasalahan status asetnya. Dengan adanya sinergi dua lembaga negara ini diharapkan dapat membawa KAI menjadi perusahaan yang dapat mengelola asetnya sebaik mungkin.