Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Kembangkan Lingkungan Stasiun Bogor, KAI bertemu dengan Wali Kota Bogor

Kembangkan Lingkungan Stasiun Bogor, KAI bertemu dengan Wali Kota Bogor

News
21 September 2018
by Administrator

Direktur Aset Tanah dan Bangunan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Dody Budiawan melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di Stasiun Bogor pada Jumat (21/9). Pertemuan kali ini membahas pengembangan lingkungan Stasiun Bogor dan untuk mencapai kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Kegiatan ini dihadiri jajaran KAI Daop 1 Jakarta, PT Kereta Commuter Indonesia, Pemerintah Kota Bogor, dan PT Waskita Karya. Saat ini rata-rata jumlah penumpang Commuterline se-Jabodetabek mencapai 1.170.000 per hari. Dari jumlah itu, sebanyak 10 persen atau 110.000 penumpang berasal dari Stasiun Bogor, sehingga perlu dilakukan pengembangan lingkungan Stasiun Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kanan) bersama Direktur Aset Tanah dan Bangunan KAI Dody Budiawan (kedua kiri) saat meninjau aset di sekitar Stasiun Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kanan) bersama Direktur Aset Tanah dan Bangunan KAI Dody Budiawan (kedua kiri) saat meninjau aset di sekitar Stasiun Bogor

Pada kesempatan tersebut Dody menjelaskan mengenai rencana KAI yang akan melakukan penataan di sekitar Stasiun  dan pengembangan Stasiun Bogor. Renacananya pembukaan pintu baru, pembangunan park&ride, dan Skywalk akan dibangun sebagai bentuk pengembangan Lingkungan Stasiun Bogor. Dody menyampaikan penataan ini dilakukan berdasarkan masukan dari Pemkot Bogor juga utamanya Dinas Perhubungan dan Kepolisian setempat untuk mengurai titik kemacetan di Kota Bogor. “Ada 4 titik kemacetan, yakni MA Salmun, Muslihat, Mayor Oking dan Dewi Sartika. Jadi, ini formula untuk mengurai titik macet itu. Dengan konsep baru ini Insya Allah akan lebih lancar. Kami atur juga naik turun penumpang, arus penumpang dan lain sebagainya,” jelasnya.

Pemaparan rencana pengembangan lingkungan Stasiun Bogor oleh Direktur Aset Tanah dan Bangunan Dody Budiawan
Pemaparan rencana pengembangan lingkungan Stasiun Bogor oleh Direktur Aset Tanah dan Bangunan Dody Budiawan

Saat ini KAI sudah menertibkan kios pedagang yang menempati aset KAI untuk mempersiapkan batas-batas lahan yang dimiliki KAI. “Setelah ini kita detailkan, yang penting kita sudah koordinasi dengan Pemkot. Kita harus mengikuti perkembangan pembangunan Pemkot. Kalau tidak ada halangan, akhir tahun 2019 semuanya rampung,” katanya.

Bima Arya mengatakan hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk sinkronisasi pengembangan di lingkungan Stasiun Bogor. “Ya, intinya kita ingin menyelaraskan. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus terintegrasi semua. Ini kan salah satu prioritas utama dari Pemkot selain Pasar Bogor dan sekitarnya, juga kawasan Stasiun dan sekitarnya. Kita padukan semuanya. Tema besarnya adalah penataan dan revitalisasi kawasan Stasiun dan sekitarnya,” kata Bima.

Menurutnya pembangunan ini harus sesuai dengan aturan yang ada. Penyusunan Amdal Lalin harus benar-benar matang karena pengembangan stasiun ini merupakan salah satu prioritas utama Pemkot Bogor. "Ini kan salah satu prioritas utama dari Pemkot selain Pasar Bogor dan sekitarnya, juga kawasan stasiun dan sekitarnya. Kami padukan semuanya. Tema besarnya adalah penataan dan revitalisasi kawasan Stasiun dan sekitarnya," ungkap Bima. (Public Relations KAI)

Share to: