
PT KAI Bantu Korban Gempa Aceh
Gempa 6,2 skala Ricter mengguncang Aceh, Selasa (2/7) tepatnya di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Akibat gempa ini, 34 orang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka. Selain menewaskan dan menyebabkan luka-luka pada warga, gempa bumi ini juga telah merusak ratusan bangunan. Masjid, perkantoran, sekolah, dan rumah warga hancur karena dahsyatnya gempa.
Untuk meringankan beban saudara-saudara di Aceh, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melalui unit Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan sembako sebanyak 1 truk berupa beras 2 ton, gula pasir 200 Kg, minyak goreng 200 liter, susu bayi 200 dus, mie instan 150 dus, air mineral 100 dus dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

VP CSR PT KAI, M. Pakih Fazarun secara simbolik memberikan bantuan untuk korban gempa Aceh kepada Sekda Kabupaten Aceh Tengah, Ibrahim di Posko gempa Aceh.
Penyerahan bantuan dilakukan Rabu (9/7) di Posko Gempa Propinsi Aceh di Pendopo Kabupaten Aceh Tengah di Takengon. Penyerahan secara simbolis dilakukan VP CSR, M. Pakih Fazarun dan diterima Sekda Kabupaten Aceh Tengah, Ibrahim mewakili Gubernur Aceh. VP CSR mewakili PT KAI menyampaikan turut prihatin dengan adanya gempa tersebut. PT KAI merasa terpanggil dan tergerak untuk memberikan bantuan sembako untuk didistribusikan kepada pada korban di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat Aceh, Sekda Aceh menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT KAI membantu korban gempa di Aceh. "Kami mengucapkan terima kasih atas kepeduliaan PT KAI. Sampaikan salam untuk para Direksi di Bandung. Kami apresiasi PT KAI yang jauh-jauh dari Bandung memberikan bantuan, semoga kebaikan PT KAI menjadi amal soleh di awal puasa ini," ujar Sekda Kabupaten Aceh Tengah, Ibrahim.

Kerusakan Akibat Gempa di Aceh
Setelah penyerahan dan pembongkaran bantuan sembako, Tim CSR didampingi Tim Aset Aceh meninjau lokasi gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang kondisinya rusak parah. Perjalanan menuju lokasi Gempa dari Medan ditempuh 24 jam (pergi dan pulang /PP) karena jarak Medan-Takengon sekitar 460 km. Sehingga PP ditempuh 920 km, suatu perjalanan yang sangat melelahkan dengan perjalanan darat. Namun, tantangan itu dapat dilewati dengan baik dan peninjauan dapat terlaksana dengan baik pula. (Humaska)