Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Berbagai Ragam Acara Meriahkan 100 Tahun Stasiun Cirebon

Berbagai Ragam Acara Meriahkan 100 Tahun Stasiun Cirebon

News
13 July 2013
by Administrator

Minggu (7/7) nampak ada yang berbeda dengan Stasiun Kejaksan Cirebon. Terdapat ratusan sepeda onthel yang terparkir di halamannya, juga ada panggung hiburan dan beberapa stand. Dari stand makanan, servis motor, hingga stand yang menjual onderdil sepeda beserta ornamennya. Ternyata, hari itu merupakan puncak kegiatan peringatan satu abad Stasiun Kejaksan berdiri megah melayani masyarakat Cirebon, dari zaman kolonial hingga sekarang. Memang, jika dilihat dari goresan angka yang terpampang di dinding muka Stasiun, tertulis 1911. Itu merupakan tahun dimana peletakan batu pertama Stasiun ini. Sedangkan, pada tahun 1913, atau tepatnya pada 5 Juli 1913, merupakan hari pertama kali Stasiun ini beroperasi.

Direktur Pengelolaan Aset Non Produksi PT KAI, Edi Sukmoro, Sekertaris Perusahaan PT KAI, Yayat Rustandi, dan VP Daop 3 Cirebon, Wawan Ariyanto menabuh kendang sebagai tanda dibukanya rangkaian acara peringatan 100 tahun Stasiun Cirebon

Direktur Pengelolaan Aset Non Produksi PT KAI, Edi Sukmoro, Sekertaris Perusahaan PT KAI, Yayat Rustandi, dan VP Daop 3 Cirebon, Wawan Ariyanto menabuh kendang sebagai tanda dibukanya rangkaian acara peringatan 100 tahun Stasiun Cirebon

Yang menarik pada hari peringatan ini, selain adanya pawai sepeda onthel mengelilingi kota Cirebon dan lomba mewarnai bagi siswa Taman Kanak-kanak, yaitu terdapat lokomotif diesel elektrik yang pertama kali dimiliki Indonesia, dipamerkan di dipo lokomotif yang letaknya tidak berjauhan dengan Stasiun. Selain dipajang, ternyata lokomotif ini juga menjadi latar objek lomba fotografi, dan setelahnya lokomotif dengan tipe CC200 ini dicuci oleh para Railfans (komunitas pencinta kereta api). CC200, merupakan lokomotif buatan General Electric (GE), yang diproduksi pada tahun 1952, dan digunakan di Indonesia mulai tahun 1953. Saat ini, hanya tinggal satu lokomotif saja yang masih ada, dan tersimpan di dipo lokomtif Cirebon. Rencananya, Lokomotif ini akan dibawa ke Museum Ambarawa.

Direktur Pengelolaan Aset Non Produksi PT KAI, Edi Sukmoro dan VP Daop 3 Cirebon, Wawan Ariyanto mencuci Lokomotif D301 di Dipo Lokomotif Cirebon

Direktur Pengelolaan Aset Non Produksi PT KAI, Edi Sukmoro dan VP Daop 3 Cirebon, Wawan Ariyanto mencuci Lokomotif D301 di Dipo Lokomotif Cirebon

Dalam sambutan Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan, yang diwakili oleh Direktur Pengelolaan Aset Non Produksi PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), Edi Sukmoro, sebelum membuka peringatan ini, mengemukakan keberadaan Stasiun Cirebon ataupun bangunan-bangunan lainnya yang memiliki sejarah, harus terus dilestarikan keberadaannya. Terutama bangunan-bangunan yang dimiliki oleh PT. KAI sendiri, dikarenakan banyak diantaranya yang merupakan bangunan cagar budaya. "Sejak tahun 2009, PT. KAI membentuk unit heritage, dengan tujuan untuk mengurus dan memperbaiki berbagai bangunan cagar budaya yang memiliki sejarah-sejarah tersendiri," tutur Edi.

Lok CC 200 merupakan Lok Diesel Elektrik pertama, yang dimiliki Indonesia turut memeriahkan peringatan 100 Tahun Stasiun Cirebon

Lok CC 200 merupakan Lok Diesel Elektrik pertama, yang dimiliki Indonesia turut memeriahkan peringatan 100 Tahun Stasiun Cirebon

Edi berharap, di usianya yang ke-100 Stasiun Cirebon, menjadi momentum untuk memberikan pelayanan yang luar biasa kepada pengguna jasa kereta api, baik kepada masyarakat Cirebon maupun di kota-kota lainnya. "Transportasi kita tidak mungkin mengandalkan lagi pada. transportasi di jalan raya, oleh karena semua jalan raya pada saat ini dalam kondisi yang padat. Semua sudah diserahkan kepada transportasi massal, ternyata potensi ini diantaranya ada pada kereta api Indonesia," tutup Edi.

Share to: