Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Pameran Foto Memperingati 100 Tahun Stasiun Manggarai

Pameran Foto Memperingati 100 Tahun Stasiun Manggarai

News
1 May 2018
by Administrator

Pada tanggal 1 mei tepat 100 tahun lalu, Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan diresmikan. Stasiun ini menggantikan Stasiun Bukit Duri yang terletak 400 meter ke arah selatan. Pembangunan Stasiun Manggarai dipimpin arsitek Belanda bernama Ir J. Van Gendt. Stasiun Manggarai merupakan salah satu tulang punggung perkeretaapian Indonesia, khususnya di Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Hal tersebut dikarenakan, Stasiun Manggarai menjadi stasiun tersibuk di Indonesia, karena memiliki 9 jalur KA dengan 70%  perjalanan KA yang melewati.

EVP Daop 1 Jakarta R Dadan Rudiansyah (kedua kiri) bersama Ketua IRPS Nova Prima (kedua kanan) melihat pameran foto tentang stasiun Manggarai
EVP Daop 1 Jakarta R Dadan Rudiansyah (kedua kiri) bersama Ketua IRPS Nova Prima (kedua kanan) melihat pameran foto tentang stasiun Manggarai

Dari catatan sejarah, kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, pada awalnya merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores. Wilayah yang masuk Gementee (setingkat kota madya) Meester Cornelis ini kemudian berkembang menjadi sebuah kampung. Meskipun jalur kereta api Jakarta-Bogor sudah dibangun perusahaan kereta api swasta Nederlansch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) sejak 1873, di Kampung Manggarai baru dibangun stasiun kereta api pada 1914 dan diresmikan pada 1 Mei 1918. Sejak 1913, perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh jaringan rel kereta api di Batavia dan Meester Cornelis. SS menata ulang jalur kereta api di dua kotapraja tersebut. Salah satunya pembongkaran Stasiun Bukit Diri eks NISM dan pembangunan stasiun baru di Manggarai.

EVP Daop 1 Jakarta R Dadan Rudiansyah menyerahkan potongan tumpeng kepada KS Manggarai Hendrik
EVP Daop 1 Jakarta R Dadan Rudiansyah menyerahkan potongan tumpeng kepada KS Manggarai Hendrik

"Stasiun Manggarai akan berkembang terus, meskipun akan menjadi stasiun moderen, tapi harapan saya tidak meninggalkan ciri khasnya secara arsitektur tidak berubah banyak,” ujar EVP Daop 1 Jakarta R Dadan Rudiansyah. Dadan mengucapkan bahwa kita harus bersyukur, stasiun Manggarai masih bisa berdiri kokoh, melayani 720 perjalanan KA yaitu 570  commuter line, 68 KA Intercity, 70 KA Railink, dan 12 KA Barang, dan akan terus bertambah seiring akan beroperasinya jalur double-double track (DDT). “Dengan bersyukur kepada Allah SWT stasiun ini dapat semakin maju lagi dan tetap menjadi kebanggan PT KAI,” tutup Dadan.

Di usia yang sudah menginjak 1 abad, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama organisasi pecinta kereta api, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Korwil Jakarta merayakan hari jadi Stasiun Manggarai, di Stasiun Manggarai. Untuk memperingati peristiwa bersejarah ini, KAI menggelar pameran foto di peron stasiun. Terdapat 20 foto yang dipamerkan hari ini untuk memperingati 100 tahun usia Stasiun Manggarai.

Penumpang melintasi pameran foto yang dipajang di underpass Stasiun Manggarai
Penumpang melintasi pameran foto yang dipajang di underpass Stasiun Manggarai

Kegiatan pun dilanjutkan dengan acara talkshow Sejarah Stasiun Manggarai yang dibawakan oleh Aditya Hatmawan, tasyakuran 100 Tahun stasiun Manggarai dengan pemotongan tumpeng serta memanjatkan doa syukur bersama, dan ditutup dengan melihat pameran foto Stasiun Manggarai di cross passengers. (Public Relations KAI)

Share to: