Longsor di Cijeruk, KAI Segera Normalisasi Jalur
Longsor yang mencapai panjang kurang lebih 50 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter terjadi di beton penyangga jalur kereta api di kawasan Maseng Kilometer 13, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (5/2). "Pukul 09.25 WIB, Longsoran terjadi di lokasi antara Stasiun Cicurug-Cigombong, tepat nya di km 20 + 7/8, pukul 12.45.WIB, kedua terjadi di Stasiun Bogor - Maseng, tepat nya di km 13+800," ujar SM Humas KAI Daop 1 Jakarta Edi Kuswoyo. Akibatnya perjalanan KA untuk lintas Bogor-Sukabumi dihentikan sementara.
Jajaran KAI dipimpin Direktur Utama KAI Edi Sukmoro juga melakukan inspeksi serta meninjau langsung lokasi terjadinya tanah longsor yang ada pada jalur KA di km.13+800 petak jalan Stasiun Batu Tulis - Stasiun Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Kamis (8/2). Edi Sukmoro mengamati langsung tempat terjadinya longsoran, serta memberikan beberapa arahan serta support kepada Jajarannya yang diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan untuk normalisasi jalur yang longsor ini.
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro (tengah bertopi) meninjau lokasi longsor
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya saat ini sedang berupaya membangun jembatan darurat agar jalur kereta api dapat dilalui. “Kami berupaya perbaikan atau pengerjaan ini bisa secepatnya selesai sehingga jalur dari Bogor menuju Sukabumi bisa segera kami aktifkan," ucap Edi. Untuk pengamanannya konstruksi jembatan darurat ini dibuat dengan ujung rel diberi tiang dan tengahnya diperkuat dengan penyangga agar aman saat dilintasi kereta api. "Jadi seperti model jembatan yang diberikan perkuatan. Tentu saja ke bawah harus mencapai tanah keras untuk fondasi," katanya.
Direktur Pengelolaan Prasarana KAI MN Fadhila (kiri) dan Direktur Operasi KAI Slamet Suseno Priyanto (tengah) meninjau jalur yang terkena gogosan
Menteri Sosial RI, Idrus Marham dan Pangdam III Siliwangi, Mayjen Doni Manardo, bersama-sama meninjau lokasi longsor pada Sabtu (10/2). EVP Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah beserta jajaran pada kesempatan ini menyambut langsung kedua rombongan tersebut. Pada peninjauan kali ini, Idrus Marham dan Mayjen Doni Manardo melihat secara langsung proses penanganan longsor yang dilakukan oleh jajaran PT KAI. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bantuan di Stasiun Maseng oleh Menteri Sosial RI kepada para ahli waris keluarga korban longsor, dan bantuan Pangdam III Siliwangi berupa 50 kilogram bibit pohon kimanee dan 30.000 batang pohon verfer yang akan ditanam di area sekitar rel kereta api yang rawan longsor kepada Camat Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Menteri Sosial RI Idrus Marham didamping EVP Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah berdiskusi di lokasi longsoran
Idrus Marham juga memastikan korban selamat akan mendapatkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial Beras Sejahtera (Rastra). "Longsor telah menyapu rumah warga dan menimbun semua isinya. Kini mereka tidak punya apa-apa. Untuk itu harus dipastikan mereka mendapat bantuan dari pemerintah untuk bekal melanjutkan hidupnya," terangnya. Ia juga menyatakan, Presiden memerintahkan untuk mengecek kebutuhan dasar korban longsor misalnya agar jangan ada yang tidak makan. "Sudah saya cek, dan bantuan makan sudah terpenuhi. Dan juga yang kehilangan rumah jangan sampai terabaikan. Setelah saya cek, ternyata juga sudah diberikan rumah kontrakan," katanya. (Public Relations KAI)