Jokowi Resmikan Pembangunan Proyek Jalur Ganda KA Bogor-Sukabumi
Pembangunan jalur ganda kereta api (KA) sepanjang total 57km, mulai dari Cigombong Bogor hingga Cicurug Sukabumi, Jawa Barat resmi dilaksanakan. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono serta Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, di Desa Benda Kecamatan Cicurug Jumat (15/12). Acara ini juga turut dihadiri oleh Direktur Operasi KAI Slamet Suseno Priyanto beserta jajaran KAI dan anak perusahaan. Groundbreaking pembangunan jalur ganda ini juga diisi dengan pemaparan proses pembangunan jalur ganda KA Bogor-Sukabumi oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri kepada Jokowi.
Penekanan tombol sirine secara simbolis
Kemacetan jalur darat Sukabumi-Bogor-Jakarta menjadi pendorong pembangunan jalur ganda ini. Kemacetan tersebut sempat dialami langsung oleh Jokowi ketika mencoba menggunakan mobil dari Bogor ke Sukabumi saat belum menjadi presiden. Jarak 60 km yang seharusnya dapat ditempuh maksimal dua jam menjadi enam jam. Hal tersebut dikarenakan terjadi kemacetan parah di beberapa titik seperti di daerah Cibadak, Parungkuda, dan Cicurug. Karena tidak ingin hal tersebut kembali terjadi, pemerintah menargetkan tahap pertama pembangunan jalur ganda KA pada segmen Bogor - Paledang - Cicurug sepanjang 26,7 km selesai pada 2019. Untuk segmen Cicurug - Sukabumi sepanjang 30,5 km, pekerjaan konstruksi ditargerkan selesai pada 2020.
Presiden RI Joko Widodo melihat proyek pembangunan jalur ganda
Dalam sambutannya, Jokowi meminta agar proyek tersebut dilakukan secara padat karya. Hal itu dilakukan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar agar perekonomian sekitar lokasi proyek dapat berkembang. “Saya ingin proyek ini tidak terlalu banyak menggunakan alat berat, namun harus mengoptimalkan serapan tenaga kerja. Setiap enam bulan sampai satu tahun sekali, saya akan meninjau progres pembangunannya langsung ke lapangan,” ujar Jokowi. Dirinya berharap masyarakat bisa semakin terbantu dengan adanya sarana transportasi ini karena nantinya jalur ganda ini akan memperlancar aksesibilitas masyarakat Bogor dan Sukabumi.
Presiden RI Joko Widodo bersama Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berjalan menyusuri rel
Dengan jalur ganda KA yang menelan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) sebesar Rp2,45 triliun dan dilaksanakan secara multiyears itu, penumpang diharapkan dapat bertambah menjadi 11.000 orang per hari dari yang semula hanya 3.000 orang di jalur tunggal KA Bogor-Sukabumi yang telah terhubung sepanjang 57 km. Selain itu, jalur ganda KA ini dapat dijadikan moda transportasi alternatif bagi masyarakat selain melalui jalan raya. Selain itu, jalur ganda KA ini akan mempersingkat waktu tempuh KA Bogor - Sukabumi dari semula 2 jam 30 menit menjadi 1 jam.
Suasana saat Presiden RI Joko Widodo memberikan keterangan kepada awak media
Selain itu, wilayah Jawa Barat bagian selatan khususnya Bogor dan Sukabumi memiliki banyak potensi ekonomi, seperti pariwisata, perdagangan, industri, properti, dan pangan. Diharapkan jalur ganda KA ini dapat memaksimalkan potensi tersebut. "Saya juga berharap dengan proyek ini ke depan potensi besar Sukabumi, pariwisata dan agrobisnis, bisa dimaksimalkan. Karena kalau sampai Jakarta-Sukabumi delapan jam, tidak akan ada orang mau datang ke sini," tambah Presiden Joko Widodo. Selain untuk angkutan penumpang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga berharap dengan dibuatnya jalur ganda KA ini bisa menjadi jalur utama arus barang yang selama ini melalui jalan raya sehingga dapat mengurangi kemacetan yang ada. Setelah meresmikan proyek pembangunan secara simbolis, Jokowi beserta rombongan menyempatkan diri untuk melihat secara langsung para pekerja dan alat berat yang digunakan. (PR KAI)