Ready for your next journey? Book your ticket with KAI.

Book Now!
KAI Logo
Kepolisian RI Akomodir Peningkatan Pelayanan Kereta Api

Kepolisian RI Akomodir Peningkatan Pelayanan Kereta Api

News
6 February 2013
by Administrator

Beberapa tahun terakhir, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) sedang melakukan berbagai pembenahan, yang bertujuan meningkatkan pelayanannya kepada pengguna jasa kereta api (KA). Termasuk diantaranya sterilisasi stasiun, pelarangan pedagang asongan, dan penataan area stasiun di Jabodetabek yang sedang dilakukan saat ini. Proses peningkatan pelayanan oleh PT. KAI ini, sepenuhnya didukung dan diakomodir oleh Kepolisian Republik Indonesia. Hal ini diungkapkan langsung Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo, di Markas Besar Polri, ketika dikunjungi oleh Komisaris Utama PT. KAI, Iman Haryatna, Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan, dan Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI, Bambang Irawan, Senin (4/2).

Kapolri, Jenderal Timur Pradopo menerima kunjungan Komisaris Utama PT. KAI, Iman Haryatna (kedua kanan), Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan (kedua kiri), dan Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI, Bambang Irawan (kiri). Dan siap mengakomodir peningkatan pelayanan PT. KAI.

Kapolri, Jenderal Timur Pradopo menerima kunjungan Komisaris Utama PT. KAI, Iman Haryatna (kedua kanan), Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan (kedua kiri), dan Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI, Bambang Irawan (kiri). Dan siap mengakomodir peningkatan pelayanan PT. KAI.

"Intinya, dengan semangat yang sama problema peningkatan pelayanan KA akan meringankan juga tugas Polri. Adakan SOP untuk KAI, untuk peningkatan pelayanan kereta api. Yang penting pelayanan PT. KAI jangan sampai terganggu," ujar Kapolri. Maksud yang diutarakan oleh Kapolri, jika terjadi gangguan keamanan terhadap perjalanan kereta api, maka Kepolisian akan segera membantu PT. KAI. Dikarenakan hambatan tersebut bisa mengganggu pelayanan KA terhadap konsumennya. "Intinya saya kedepankan pelayanan. Jika ada pelanggaran tetap harus diproses. Dihadapkan dengan pelayanan publik wajib kita memberikan respon. Ini merupakan salah satu dukungan pemerintah kepada PT. KAI," jelas Kapolri.

"Tidak akan melindungi hal-hal yang merugikan negara dan kereta api. Permasalahan banyak, mana yg bisa kita selesaikan, kita selesaikan," tegas Kapolri. Sebelumnya, Iman Haryatna menjelaskan, baru sekarang-sekarang ini PT. KAI tidak merugi, tetapi mengalami banyak gangguan ketertiban. "Harus ada perubahan, tiada hari tanpa perbaikan, jika tidak perbaikan yang ada hanyalah kemunduran. Keselamatan harus terjamin dan sangat utama. Tanpa bantuan dari Kepolisian tidak akan berarti. Cita-citanya KA menjadi backbone transportasi dan peningkatan pelayanan. Mengenai penertiban aset, kita hanya sebatas mengambil hak kita sendiri, papar Iman.

Kapolri, Jenderal Timur Pradopo menerima suvenir berupa Lokomotif CC 203 yang diserahkan oleh Komisaris Utama PT. KAI, Iman Haryatna.

Kapolri, Jenderal Timur Pradopo menerima suvenir berupa Lokomotif CC 203 yang diserahkan oleh Komisaris Utama PT. KAI, Iman Haryatna.

Senada dengan Iman, Jonan mengungkapkan dukungan Polri ini sangat terasa, terutama untuk pengamanan dan keamanan. Tingkat kejahatan di KA menurun drastis. Pelan-pelan pelayanan KA sesuai harapan penumpang berlahan, walaupun tidak mudah. Tahun 2012, KA mengangkut 210 juta penumpang, 22 ton barang, dalam waktu seminggu diangkut 3500-4000 teus kontainer. Jika PT. KAI merugi, maka tidak akan bisa meremajakan alat produksinya. "Hari ini penumpang KRL Jabodetabek 500ribu penumpang perhari, empat tahun yang lalu 300ribu, dan di 2018 ditargetkan 1.2 juta penumpang perhari. Sterilisasi stasiun, kami lakukan karena untuk pengembangan pelayanan. Mohon dukungan Bapak untuk dukungan di setiap Polres. Semata-mata kami lakukan sterilisasi ini untuk mengemban amanah Presiden. Secara sosial,jumlah pedagang 5000an. Mana yang lebih penting, jumlah penumpang atau pedagang. Percuma juga jika KRL ditambah, tapi stasiunnya tidak steril," terang Jonan. (Humaska)

Share to: