
Transformasi Stasiun Gambir Dimulai, KAI Kembangkan Kawasan Hospitality dan Leisure
Stasiun Gambir terus bertransformasi menjadi lebih dari sekadar stasiun. Melalui konsep Modern Station & Lifestyle Hub, KAI menghadirkan wajah baru Gambir sebagai destinasi yang memadukan perjalanan, gaya hidup, hingga aktivitas bisnis di jantung ibu kota.
Didukung lokasi yang sangat strategis di kawasan Monas, pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, serta terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, Gambir diproyeksikan menjadi ruang publik modern yang nyaman sekaligus produktif.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan Gambir dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin lengkap bagi pelanggan.
Gambir adalah gerbang perjalanan Kereta Api Jarak Jauh sekaligus wajah kedatangan Jakarta. Ke depan, kami ingin pelanggan tidak hanya datang untuk naik kereta, tetapi juga menikmati berbagai fasilitas, mulai dari kuliner, belanja, hingga ruang bersantai yang nyaman sebelum melanjutkan perjalanan maupun beraktivitas di pusat kota.
Saat ini, ekosistem bisnis di Stasiun Gambir telah berkembang pesat dengan 132 area komersial yang telah tersewa, terdiri dari 67 space dan 65 open space. Beragam tenant telah hadir, mulai dari restoran, kedai kopi, minimarket, retail, toko oleh-oleh, toko buku, lounge, hotel transit, pod hotel, ATM, vending machine, hingga berbagai layanan pendukung perjalanan.
Tingginya aktivitas komersial tersebut sejalan dengan pertumbuhan mobilitas pelanggan. Setelah melayani lebih dari 6,1 juta pelanggan sepanjang 2025, atau rata-rata sekitar 16.700 pelanggan setiap hari, pada Semester I 2026 Stasiun Gambir kembali mencatat lebih dari 3,2 juta pelanggan, terdiri dari 1.652.532 pelanggan berangkat dan 1.574.976 pelanggan tiba.
Besarnya mobilitas tersebut menjadi dasar KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui penyediaan ruang tunggu yang lebih nyaman, pilihan kuliner yang semakin beragam, area belanja, layanan perjalanan, hingga fasilitas ramah keluarga.
Kami ingin setiap sudut Gambir memberikan manfaat lebih. Pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang nyaman, pelaku usaha memiliki ruang untuk berkembang, lapangan pekerjaan semakin terbuka, dan kawasan sekitar Monas menjadi semakin hidup.
Saat ini, keberadaan 67 tenant aktif diperkirakan telah menyerap sekitar 134–201 tenaga kerja langsung, belum termasuk tenaga pendukung seperti petugas kebersihan, keamanan, teknisi, parkir, logistik, pengelola hotel transit, lounge, hingga pemasok makanan dan minuman.
Melalui kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, KAI menyiapkan pengembangan kawasan yang mencakup retail, pusat kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang publik, hingga fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Pengembangan tersebut menghadirkan sekitar 15.479 meter persegi area komersial baru serta 3.756 meter persegi untuk hotel dan ruang pertemuan. Area baru ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 220–310 tenant UMKM maupun pelaku usaha, yang berpotensi menyerap sekitar 440–930 tenaga kerja langsung.
Tak hanya itu, operasional kawasan juga akan membutuhkan berbagai profesi pendukung seperti customer service, pengelola taman, teknisi gedung, keamanan, kebersihan, logistik, pengelola rooftop, hingga pengelolaan parkir. Secara keseluruhan, pengembangan New Gambir diperkirakan mampu membuka sekitar 500 hingga 1.000 peluang kerja langsung maupun pendukung, menyesuaikan tahapan pembangunan dan komposisi tenant.
Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, transformasi Gambir juga menjadi bagian dari strategi KAI dalam memperkuat Non-Fare Box (NFB) atau pendapatan di luar penjualan tiket melalui pengembangan ruang komersial yang lebih produktif.
Kami ingin Gambir menjadi lebih dari sekadar stasiun. New Gambir kami siapkan sebagai ruang perjalanan, ruang bertemu, ruang menikmati kota, sekaligus ikon layanan KAI di pusat Jakarta yang modern, nyaman, produktif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.