Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
KAI Kembangkan Perawatan Rel yang Makin Ramah Lingkungan

KAI Kembangkan Perawatan Rel yang Makin Ramah Lingkungan

Inovasi
16 September 2026
by Administrator

Di balik perjalanan kereta api yang lancar, ada pekerjaan besar yang terus berjalan di jalur rel. KAI kini mengembangkan cara baru untuk merawat prasarana, mulai dari penggunaan bantalan sintetis hingga peralatan berbasis baterai dan listrik yang membuat pekerjaan di lapangan semakin praktis dan ramah lingkungan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengembangkan perawatan prasarana dengan memanfaatkan material dan teknologi yang lebih modern. Selain menjaga kualitas jalur rel, langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

VP of Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa perjalanan kereta api yang aman dan nyaman tidak lepas dari kesiapan prasarana. Karena itu, KAI terus mengembangkan material dan teknologi perawatan agar jalur rel tetap andal sekaligus mendukung aspek keberlanjutan.

Salah satu yang dikembangkan adalah bantalan sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane sebagai alternatif bantalan kayu. Material ini memiliki umur teknis lebih panjang dan ketahanan yang lebih baik terhadap cuaca maupun kondisi lingkungan.

Penggunaannya pun terus berkembang. KAI mencatat pengadaan bantalan sintetis sebanyak 5.656 batang pada 2022, kemudian 16.353 batang pada 2023, 15.864 batang pada 2024, 13.789 batang pada 2025, dan 16.839 batang pada 2026. Secara keseluruhan, sebanyak 68.501 batang bantalan sintetis telah diadakan sepanjang 2022–2026.

Dengan daya tahan yang lebih panjang, bantalan sintetis dapat membantu mengurangi frekuensi penggantian material, penggunaan kayu sebagai bahan baku, hingga timbulan limbah dari proses pergantian bantalan.

Sebelum digunakan, material tersebut juga harus melewati berbagai pengujian teknis. Pengujian mencakup kekuatan lentur, kekuatan tekan, kekuatan geser, resistansi isolasi, kekuatan cabut screw spike, ketahanan api, ketahanan fatik, hingga ketahanan terhadap cuaca untuk memastikan kualitas dan keamanannya.

Bukan cuma material, peralatan perawatan prasarana juga mulai beralih ke teknologi berbasis baterai dan listrik. Sejumlah peralatan cordless yang telah digunakan KAI antara lain impact wrench, mesin bor, lampu penerangan, gerinda, dan track geometry trolley.

Peralatan tersebut mendukung berbagai pekerjaan, mulai dari pemasangan komponen jalur rel, pengeboran, penerangan area kerja, pemotongan material, hingga pengukuran geometri jalur rel.

Pengembangan ini juga terus diperluas. KAI menyiapkan pengadaan sejumlah peralatan seperti battery rail saw, rail grinder, electric hydraulic jack, battery-powered portable tamper, battery drill, electric paint sprayer, electric high-pressure washer, hingga chain saw. Penggunaan peralatan berbasis baterai dan listrik diharapkan membuat pekerjaan perawatan semakin praktis, ergonomis, dan efisien sekaligus mengurangi penggunaan peralatan berbahan bakar.

Upaya menjaga lingkungan juga dilakukan di fasilitas prasarana. KAI menerapkan IPAL untuk mengelola limbah cair dari aktivitas pencucian dan perawatan, mengelola limbah B3 sesuai ketentuan, serta melakukan audit lingkungan secara rutin.

KAI juga menyiapkan pemasangan PLTS di Balai Yasa Prasarana melalui panel surya fotovoltaik untuk mendukung kebutuhan listrik operasional. Rencana tersebut dilengkapi dengan penerapan efisiensi energi dan konsep green building di fasilitas perawatan prasarana.

Anne menambahkan bahwa pengembangan material, teknologi perawatan, dan pengelolaan lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menjaga kualitas prasarana. Dengan jalur yang terawat dan teknologi yang terus berkembang, KAI ingin memastikan perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan andal.

Bagikan ke: