
Makin Nyambung! Karet–Sudirman Baru Hadirkan Akses Commuter Line yang Lebih Praktis
Perjalanan menggunakan transportasi rel di kawasan Karet–Sudirman kini dibuat semakin praktis. Penataan akses dan fasilitas penghubung terus dikembangkan untuk menciptakan konektivitas yang lebih nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan strategis Jabodetabek ini.
Pengembangan tersebut membuat Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru tetap menjalankan fungsi masing-masing, namun memiliki akses yang semakin terhubung. Konsepnya sederhana: pelanggan bisa berpindah kawasan stasiun dengan lebih mudah tanpa harus melewati akses yang rumit.
Tingginya aktivitas masyarakat di kawasan ini juga terlihat dari jumlah pelanggan yang dilayani. Sepanjang Januari–Agustus 2026, Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru mencatat total 6.702.680 aktivitas pelanggan.
Stasiun Karet menyumbang 4.909.334 aktivitas pelanggan, sementara Stasiun Sudirman Baru mencatat 1.793.346 aktivitas. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran kedua stasiun dalam mendukung mobilitas masyarakat Jabodetabek setiap harinya.
Untuk membuat akses semakin nyaman, sisi Stasiun Karet mendapatkan berbagai penataan, mulai dari peningkatan lanskap, area drop-off kendaraan lanjutan termasuk ojek online, pemanfaatan area stasiun, hingga koridor pedestrian yang lebih tertata.
Tak berhenti di situ, fasilitas penghubung menuju Stasiun Sudirman Baru juga akan diperkuat. Sebanyak satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal disiapkan untuk memudahkan pelanggan berpindah kawasan sekaligus mengakses layanan Commuter Line.
Sisi Kendal turut mendapatkan pengembangan melalui penambahan eskalator akses, kanopi selasar, dan penataan koridor pejalan kaki. Area pedestrian serta akses kendaraan lanjutan juga ditata untuk mendukung pergerakan pelanggan sekaligus mengurangi kepadatan di sekitar Stasiun Karet.
Dengan pengembangan ini, Stasiun Karet akan semakin berperan sebagai akses pelanggan menuju perjalanan KRL di Sudirman Baru. Sementara itu, fasilitas penghubung akan membuat akses menuju layanan Commuter Line di Stasiun Sudirman Baru terasa lebih mudah dan nyaman.
Kawasan Karet–Sudirman sendiri bukan kawasan baru dalam sejarah transportasi rel perkotaan. Stasiun Karet telah beroperasi sejak 1922, sementara Stasiun Sudirman Baru mulai melayani perjalanan kereta api pada 2017–2018 dan memasuki tahap integrasi kawasan pada 2026.
Pengembangan konektivitas ini menjadi bagian dari langkah untuk mengikuti kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus berkembang. Fasilitas yang semakin lengkap diharapkan membuat perjalanan dengan Commuter Line terasa lebih seamless, dari akses awal hingga menuju kereta.
Bukan sekadar membuat dua kawasan stasiun semakin dekat, integrasi Karet–Sudirman Baru menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih modern, tertata, dan nyaman. Dengan akses yang makin mudah, perjalanan harian masyarakat Jabodetabek pun bisa menjadi lebih praktis.