Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
40 Juta Lebih Pelanggan Pilih Kereta, KAI Dorong Perjalanan yang Lebih Efisien dengan B50

40 Juta Lebih Pelanggan Pilih Kereta, KAI Dorong Perjalanan yang Lebih Efisien dengan B50

Keberlanjutan
6 September 2026
by Administrator

Semakin banyak masyarakat memilih kereta api sebagai bagian dari perjalanan mereka. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal KAI telah melayani lebih dari 40,3 juta pelanggan.

Di balik tingginya mobilitas tersebut, KAI terus melakukan berbagai inovasi untuk menghadirkan operasional yang semakin efisien dan berkelanjutan. Salah satunya melalui penggunaan bahan bakar campuran biodiesel B50 pada sarana kereta api berbahan bakar diesel.

Implementasi B50 mulai diterapkan pada 1 Juli 2026 untuk mendukung operasional KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus mendukung pengurangan emisi di sektor transportasi.

Selama periode Januari hingga Agustus 2026, operasional KA Jarak Jauh dan KA Lokal KAI mengonsumsi 172.228.585 liter bahan bakar. Berdasarkan estimasi, angka tersebut setara dengan sekitar 4,27 liter bahan bakar untuk setiap pelanggan yang dilayani selama periode tersebut, memberikan gambaran mengenai intensitas penggunaan energi dalam mendukung mobilitas jutaan pelanggan KAI.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa efisiensi energi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan operasional KAI. Menurutnya, sebagai moda transportasi yang berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat, KAI terus menghadirkan berbagai inovasi agar layanan kereta api semakin efisien dan relevan dengan kebutuhan transportasi masa depan, termasuk melalui pemanfaatan bahan bakar yang mendukung pengurangan emisi.

Komitmen tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Dalam 55 hari pertama penerapan B50, terhitung sejak 1 Juli hingga 24 Agustus 2026, penggunaan bahan bakar campuran biodiesel dalam operasional kereta api KAI diperkirakan mampu mengurangi sekitar 9.000 ton emisi CO₂e.

Program B50 sendiri juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam mendorong pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik dan mengurangi emisi karbon. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, implementasi B50 secara nasional diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂.

Upaya KAI menuju operasional yang lebih efisien tidak berhenti pada penggunaan B50. Pada 2025, konsumsi energi KAI tercatat mengalami penurunan sebesar 15,39 persen, dari 11.945.467 GJ menjadi 10.107.302 GJ. Pada periode yang sama, intensitas penggunaan energi per pelanggan juga turun hingga 22 persen.

KAI juga terus memperluas pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi. Dengan total kapasitas mencapai 4.430,65 kWp, penggunaan PLTS tersebut turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi lebih dari 5.000 ton CO₂ setiap tahunnya.

Anne menambahkan bahwa transformasi energi menjadi bagian dari perjalanan KAI dalam membangun layanan transportasi berbasis rel yang semakin berkelanjutan. Melalui efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan peningkatan kualitas operasional, KAI terus berupaya menghadirkan perjalanan yang tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga lebih siap menghadapi kebutuhan masa depan.

Bagikan ke: