Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Lebih dari 2,1 Juta Kunjungan, Museum Heritage KAI Jadi Pilihan Wisata Edukasi

Lebih dari 2,1 Juta Kunjungan, Museum Heritage KAI Jadi Pilihan Wisata Edukasi

Umum
4 November 2026
by Administrator

Museum bukan cuma tempat menyimpan benda bersejarah. Di balik koleksinya, ada cerita tentang perjalanan Indonesia yang bisa jadi pengalaman wisata sekaligus sarana belajar. Hal ini terlihat dari tingginya minat masyarakat mengunjungi destinasi heritage KAI. Sepanjang 2024 hingga Agustus 2026, Museum Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa mencatat total 2.127.125 kunjungan.

Dari jumlah tersebut, Museum Lawang Sewu di Semarang mencatat 1.636.638 kunjungan, sedangkan Museum Kereta Api Ambarawa dikunjungi sebanyak 490.487 kali. Angka ini menunjukkan bahwa warisan sejarah perkeretaapian masih memiliki daya tarik bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi museum sebagai pilihan wisata edukasi untuk keluarga dan generasi muda.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa sejarah kereta api tidak bisa dipisahkan dari perjalanan masyarakat Indonesia. Perkembangannya berkaitan erat dengan pertumbuhan kota, kegiatan ekonomi, teknologi, hingga berbagai peristiwa penting dalam sejarah bangsa. Karena itu, museum diharapkan dapat menjadi ruang yang membuat sejarah lebih mudah dikenal dan dipahami oleh anak-anak, keluarga, serta generasi muda.

KAI mengelola empat museum kereta api yang masing-masing memiliki cerita dan karakter sejarah berbeda. Di Semarang, Museum Lawang Sewu dulunya merupakan kantor pusat administrasi Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang mulai digunakan pada 1907. Kini, bangunan bersejarah tersebut menyimpan berbagai koleksi, dokumentasi, dan informasi mengenai perkembangan perkeretaapian.

Beranjak ke Ambarawa, Museum Kereta Api Ambarawa menghadirkan koleksi lokomotif uap, kereta bersejarah, serta informasi teknologi perkeretaapian di kawasan pegunungan. Museum ini menempati bekas Stasiun Willem I yang dibuka pada 21 Mei 1873 dan memiliki keterkaitan dengan jalur kereta Kedungjati–Ambarawa.

Sementara itu, Museum Kereta Api Bondowoso di Jawa Timur menyimpan jejak sejarah peristiwa Gerbong Maut. Adapun Museum Kereta Api Sawahlunto di Sumatra Barat mengangkat sejarah perkeretaapian dan pertambangan batu bara yang menjadi bagian dari warisan dunia UNESCO Ombilin, termasuk lokomotif uap E1060 atau yang dikenal sebagai Mak Itam.

Tak hanya museum, KAI juga mengelola 656 aset heritage yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya maupun masih dalam proses penetapan. Aset tersebut mencakup stasiun, bangunan, struktur, hingga sarana perkeretaapian bersejarah. Beberapa di antaranya adalah Stasiun Jakarta Kota, Bandung, Semarang Tawang, dan Yogyakarta, serta jembatan, terowongan, balai yasa, depo, dan lokomotif bersejarah.

Salah satu jejak penting perkembangan perkeretaapian juga dapat ditemukan pada lintas Kedungjati–Tuntang–Ambarawa. Jalur ini berkaitan dengan perkembangan awal jaringan kereta api di Jawa Tengah dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata sejarah perkeretaapian.

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan warisan tersebut kepada masyarakat, KAI akan menyelenggarakan Rail Heritage Forum 2026 pada 9 November 2026 di Museum Lawang Sewu, Semarang. Mengusung tema 1867 & Beyond: Preserving the Past, Shaping the Future, forum ini akan menjadi ruang diskusi mengenai pelestarian sejarah, pemanfaatan aset heritage, serta pengembangan wisata edukasi perkeretaapian. Tahun 1867 dipilih sebagai penanda dimulainya operasional jalur Semarang–Tanggung pada 10 Agustus 1867.

Melalui pengelolaan museum dan aset bersejarah, KAI mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenal perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia, tetapi juga menikmati pengalaman wisata yang sarat pengetahuan. Mengunjungi museum heritage bisa menjadi pilihan kegiatan bersama keluarga untuk mengenal sejarah melalui bangunan, koleksi, dan cerita yang masih terjaga hingga saat ini.

Bagikan ke:

Kami menggunakan cookie

Situs ini menggunakan cookie untuk analitik dan meningkatkan pengalaman Anda. Anda dapat menerima atau menolak penggunaan cookie non-esensial. Pelajari Kebijakan Privasi.