Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
KAI, Gojek, dan Pemkot Bogor Perkuat Integrasi Transportasi di Kota Bogor

KAI, Gojek, dan Pemkot Bogor Perkuat Integrasi Transportasi di Kota Bogor

Umum
7 September 2026
by Administrator

Mobilitas di Kota Bogor terus berkembang. Untuk membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan terhubung, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Gojek dan GoPay, bersama Pemerintah Kota Bogor memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan kawasan stasiun dan layanan transportasi digital.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara KAI dan Pemerintah Kota Bogor, serta kerja sama KAI dengan Gojek dan GoPay. Kegiatan tersebut berlangsung di Stasiun Bogor, Senin (7/9).

Kerja samanya cukup luas, mulai dari pengembangan perkeretaapian, peningkatan layanan transportasi, penataan stasiun dan kawasan sekitarnya, hingga menghubungkan berbagai moda transportasi agar perjalanan masyarakat semakin praktis.

Ada empat kawasan stasiun yang masuk dalam rencana pengembangan, yaitu Stasiun Bogor, Stasiun Sukaresmi, Stasiun Ciomas, dan Stasiun Batu Tulis. Khusus di Stasiun Bogor, penataan juga mencakup lalu lintas dan UMKM di sekitar stasiun.

Kenapa kawasan ini perlu dikembangkan? Aktivitas perjalanan masyarakat di wilayah Bogor memang cukup tinggi. Data KAI mencatat Bogor Line telah melayani 105.704.913 pengguna sepanjang Januari–Agustus 2026, atau rata-rata sekitar 435.000 pengguna setiap hari. Sepanjang 2025, jumlah perjalanan pengguna Bogor Line bahkan mencapai sekitar 155 juta.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan kawasan Stasiun Bogor akan membawa tiga konsep utama, yakni konektivitas, identitas, dan spasialitas.

“Bogor dan Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk sekitar 6,9 juta jiwa dengan mobilitas masyarakat yang tinggi menuju Jakarta dan kawasan sekitarnya. Sekitar 130 ribu masyarakat per hari dilayani oleh KRL dari wilayah Bogor,” ujar Bobby.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat konektivitas menjadi hal penting. Stasiun tidak hanya menjadi tempat naik dan turun kereta, tetapi juga perlu terhubung dengan transportasi lanjutan dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Menariknya, pengembangan Stasiun Bogor juga tidak akan menghilangkan cerita masa lalunya. Sebagai kawasan heritage, identitas sejarah stasiun tetap menjadi bagian penting dalam penataan kawasan.

“Selain konektivitas, Stasiun Bogor memiliki identitas sejarah yang kuat sebagai kawasan heritage. Pengembangannya akan tetap menjaga unsur budaya dan sejarah, sekaligus menghadirkan ruang yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Bobby.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, KAI dan Pemkot Bogor akan melakukan berbagai langkah, mulai dari pendataan, penyusunan kajian, pengembangan kawasan, integrasi antarmoda, hingga penataan fasilitas pendukung stasiun.

Dari sisi fasilitas, Stasiun Bogor juga sudah mengalami peningkatan. Pengembangan peron 6, 7, dan 8 membuat kapasitas pelayanan meningkat sekitar 30 persen dibandingkan sebelumnya. Penataan fasilitas dan akses pelanggan juga dilakukan untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna.

“Stasiun merupakan simpul mobilitas masyarakat. Pengembangannya perlu dilakukan secara terpadu agar mendukung kebutuhan pelanggan dan perkembangan kawasan,” ujar Bobby.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan penataan Stasiun Bogor menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Bogor. Menurutnya, kawasan stasiun bisa dibuat lebih tertata tanpa harus kehilangan karakter sejarah yang sudah melekat.

“Stasiun Bogor memiliki nilai sejarah yang sangat kuat bagi Kota Bogor. Penataan kawasan ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan kawasan yang lebih tertata dengan tetap mempertahankan karakter sejarahnya,” ujar Dedie.

Penataan tersebut nantinya juga menyentuh berbagai hal yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti lalu lintas, PKL, hingga ruang publik di sekitar stasiun.

Bukan cuma kawasan stasiun yang dibenahi. Urusan perjalanan menuju dan dari stasiun juga ikut dibuat lebih praktis lewat kerja sama KAI dengan Gojek dan GoPay.

Salah satunya melalui perluasan titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant di stasiun. Saat ini, titik jemput tersebut sudah tersedia di 37 stasiun, termasuk Stasiun Bogor.

Chief of Partnership GoTo Henky Prihatna mengatakan layanan tersebut diharapkan membuat perjalanan masyarakat lebih mudah, mulai dari rumah menuju stasiun, melanjutkan perjalanan dengan kereta, hingga sampai ke tujuan akhir.

“Gojek turut menjadi bagian dengan menghadirkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk di Stasiun Bogor. Kami berharap ini dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan nyaman dari rumah ke stasiun, melanjutkan perjalanan dengan kereta, hingga sampai ke tujuan,” ujar Henky.

Kerja sama ini juga tidak berhenti di layanan transportasi. GoPay akan dimanfaatkan sebagai solusi pembayaran digital di ekosistem KAI Group. KAI dan Gojek juga menjajaki pemanfaatan teknologi Gojek dan GoPay untuk aplikasi Access by KAI serta sejumlah layanan di bawah KAI Group, termasuk KAI Logistik dan KAI Services.

Kolaborasi KAI dan Gojek sendiri bukan hal baru. Keduanya telah bekerja sama sejak 2022 melalui GoTransit, yang mengintegrasikan layanan GoRide dan GoCar dengan KRL Commuter Line.

Dengan kolaborasi ini, perjalanan masyarakat di Bogor diharapkan bisa semakin nyambung. Mulai dari rumah, menuju stasiun, naik kereta, menggunakan transportasi lanjutan, sampai tiba di tujuan, semuanya diarahkan agar semakin mudah dan terintegrasi.

“Transportasi publik masa depan membutuhkan konektivitas yang menyeluruh. KAI akan terus memperkuat kolaborasi agar perjalanan masyarakat semakin terhubung, mulai dari kawasan tempat tinggal, stasiun, hingga tujuan akhir,” tutup Bobby.

Bagikan ke: