
Jelajah Sumatra Makin Gampang, KAI Perkuat Konektivitas Antarwilayah
Aktivitas masyarakat di Sumatra terus bergerak dan berkembang. Mulai dari urusan bisnis, pendidikan, perdagangan, pariwisata, hingga perjalanan sehari-hari, mobilitas antarkota semakin membutuhkan konektivitas yang praktis dan andal.
Melihat kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan kereta api di berbagai wilayah Sumatra. Pengembangan layanan dilakukan dengan mengikuti pola perjalanan masyarakat dan melihat karakter masing-masing wilayah, sehingga perjalanan dengan kereta api bisa semakin nyaman dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Salah satu layanan yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat adalah KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang PP. Sepanjang Januari–Juli 2026, KA Rajabasa telah melayani 534.748 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 32,09% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 404.848 pelanggan.
KA Rajabasa hadir menghubungkan Stasiun Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, dengan Stasiun Tanjungkarang, Bandar Lampung, Lampung. Kehadiran layanan ini membuat mobilitas masyarakat di antara dua wilayah tersebut semakin terkoneksi, baik untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan, perdagangan, maupun wisata.
Makin tingginya minat masyarakat tentu perlu diimbangi dengan kapasitas yang memadai. Karena itu, mulai Juli 2026, KAI meningkatkan kapasitas KA Rajabasa dengan menggunakan formasi rangkaian yang lebih besar. Kapasitasnya naik dari sebelumnya 530 menjadi 848 tempat duduk.
Dengan penambahan hampir 60% kapasitas tersebut, pelanggan memiliki lebih banyak ruang untuk menikmati perjalanan di lintas Sumatera Selatan–Lampung. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KAI merespons kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh.
Pertumbuhan mobilitas tersebut juga sejalan dengan perkembangan ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61% secara tahunan (year on year).
Dalam publikasi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2021–2025 yang dirilis pada 13 April 2026, BPS turut menunjukkan pentingnya berbagai sektor seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, dan pergudangan dalam aktivitas ekonomi daerah.
Beragamnya aktivitas tersebut membuat kebutuhan perjalanan antardaerah di Sumatra ikut semakin dinamis. Di tengah kondisi tersebut, kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menghubungkan berbagai pusat aktivitas di antarwilayah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan KA Rajabasa menjadi salah satu gambaran bahwa kebutuhan perjalanan menggunakan kereta api di Sumatra terus meningkat.
Pertumbuhan KA Rajabasa menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat di Sumatra terus berkembang. KAI terus membaca karakter setiap wilayah agar layanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Menurut Anne, pengembangan layanan kereta api tidak hanya soal menambah kapasitas, tetapi juga bagaimana KAI dapat memahami pola perjalanan masyarakat di setiap wilayah.
Kereta api memiliki peran dalam menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, pengembangan layanan dilakukan dengan memahami kebutuhan setiap wilayah dan karakter perjalanan pelanggan.
Mobilitas Sumatra yang terus berkembang menjadi sinyal positif bagi konektivitas antarwilayah. KAI pun terus memperkuat layanan kereta api agar perjalanan masyarakat semakin mudah, terhubung, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Dari urusan kerja, kuliah, bisnis, sampai jalan-jalan, konektivitas yang semakin kuat membuat jelajah Sumatra makin gampang bersama kereta api.