
Dukung Mobilitas Ratusan Ribu Pelanggan, KAI Tingkatkan Kapasitas Stasiun Bogor melalui Pengembangan Peron Jalur 6, 7, dan 8
Sebanyak 18 dari total 27 rangkaian KRL baru kini telah melayani pelanggan. Penambahan armada ini menjadi langkah KAI Group dalam menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mengakomodasi mobilitas masyarakat yang terus bertumbuh.
Setiap hari, ratusan ribu masyarakat mengandalkan Bogor Line untuk memulai aktivitas, mulai dari berangkat bekerja, kuliah, hingga berwisata. Seiring tingginya mobilitas tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat kapasitas layanan melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, alur naik dan turun penumpang yang lebih tertata, serta pengalaman menggunakan KRL yang semakin baik, khususnya pada jam-jam sibuk.
Sepanjang Semester I 2026, Bogor Line melayani 78.077.679 pelanggan, atau rata-rata 431.368 pelanggan setiap hari. Tingginya volume perjalanan tersebut menjadi dasar pengembangan kapasitas agar layanan tetap mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan kapasitas tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pengalaman pelanggan sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan.
Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, maupun menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, setiap pengembangan kami rancang dengan melihat perjalanan pelanggan secara menyeluruh, mulai dari memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di stasiun tujuan.
Besarnya kebutuhan tersebut juga tercermin dari aktivitas di Stasiun Bogor yang menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk di Jabodetabek. Selama Januari hingga Juni 2026, stasiun ini mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri atas 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out, atau rata-rata sekitar 101.942 pergerakan pelanggan setiap hari.
Untuk menjawab tingginya mobilitas tersebut, KAI menyiapkan peron jalur 6, 7, dan 8 agar mampu melayani operasional KRL dengan formasi 12 kereta (SF12). Sebelumnya, ketiga jalur tersebut hanya dapat melayani rangkaian 10 kereta (SF10). Pengembangan ini akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengatur kedatangan dan keberangkatan KRL, sekaligus membantu mengurangi kepadatan pelanggan di area peron.
Sebelum dioperasikan, peron jalur 6, 7, dan 8 telah melalui serangkaian uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, rangkaian KRL SF12, hingga pola operasional sehingga seluruh fasilitas siap digunakan secara optimal dan aman.
Tahapan tersebut merupakan kelanjutan dari uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. Hasil pengujian menjadi dasar penyempurnaan sebelum fasilitas dioperasikan untuk melayani pelanggan.
Setiap pengujian dilakukan secara menyeluruh agar kesiapan sarana, prasarana, dan operasional berjalan selaras. Keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama sebelum fasilitas digunakan.
Pengembangan yang dilakukan meliputi perpanjangan jalur dan peron, pekerjaan struktur dan arsitektur, penataan listrik aliran atas, mekanikal dan elektrikal, hingga penyediaan fasilitas pendukung. Kanopi peron atau overcapping juga disiapkan agar pelanggan dapat menunggu KRL dengan lebih nyaman, baik saat cuaca panas maupun hujan.
Dengan beroperasinya peron jalur 6, 7, dan 8 untuk rangkaian SF12, pengaturan kedatangan dan keberangkatan KRL akan menjadi lebih fleksibel. Kondisi ini diharapkan mampu mendistribusikan pelanggan ke lebih banyak titik peron, mengurangi penumpukan di area tertentu, serta membuat proses naik dan turun penumpang berlangsung lebih lancar.
Penguatan infrastruktur tersebut berjalan seiring dengan program pembaruan armada KRL Commuter Line Jabodetabek. KAI Group tengah melakukan pengadaan 27 rangkaian baru atau 324 kereta, yang terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT INKA (Persero).
Hingga pembaruan terakhir, 18 rangkaian atau 216 kereta telah beroperasi, terdiri atas seluruh 11 rangkaian CRRC dan 7 rangkaian produksi INKA. Sementara itu, sembilan rangkaian INKA lainnya masih menjalani tahapan penyelesaian sesuai progres sebelum dioperasikan untuk melayani pelanggan.
Seluruh rangkaian baru ditempatkan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional di berbagai lintas KRL Jabodetabek. Khusus di Bogor Line, penguatan armada telah dimulai sejak Juni 2025 melalui pengoperasian dua rangkaian produksi CRRC, disusul dua rangkaian produksi INKA yang mulai beroperasi reguler pada Desember 2025 setelah memperoleh sertifikasi keselamatan dan kelaikan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Anne menambahkan, rangkaian SF12 menghadirkan kapasitas yang lebih besar dalam setiap perjalanan. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal, peningkatan kapasitas tersebut harus didukung oleh kesiapan infrastruktur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, sumber daya manusia, hingga pengaturan operasional yang terintegrasi.
Fokus utama kami adalah menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman bagi pelanggan. Dengan kapasitas yang lebih besar, penyebaran pelanggan di peron yang lebih merata, serta alur naik dan turun yang lebih lancar, kami berharap kepadatan pada jam-jam sibuk dapat berkurang secara signifikan.
Selama tahap akhir pekerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus mempersiapkan pengaturan alur pelanggan, informasi layanan, serta penempatan petugas di Stasiun Bogor. Pelanggan diimbau untuk memperhatikan informasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas selama berada di area stasiun.
Dengan rata-rata lebih dari 431 ribu pelanggan setiap hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberikan manfaat nyata. KAI bersama KAI Commuter akan terus memastikan kesiapan infrastruktur, armada, dan operasional berjalan selaras agar perjalanan pelanggan semakin aman, nyaman, dan lancar.