Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Dari Tambahan Kursi hingga Stasiun Baru, KAI Perluas Pilihan Perjalanan Mulai Desember

Dari Tambahan Kursi hingga Stasiun Baru, KAI Perluas Pilihan Perjalanan Mulai Desember

Promosi
3 November 2026
by Administrator

Menjelajahi berbagai kota dengan kereta api akan semakin leluasa. Mulai 1 Desember 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan pengembangan layanan melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026. Penyesuaian ini membawa lebih banyak kapasitas tempat duduk, tambahan perjalanan, pilihan stasiun pemberhentian, hingga waktu tempuh yang lebih singkat pada sejumlah relasi.

Salah satu peningkatan yang dihadirkan adalah kapasitas tempat duduk terprogram di Jawa dan Sumatra yang bertambah dari 168.316 menjadi 176.782 tempat duduk per hari. Artinya, tersedia tambahan 8.466 tempat duduk atau meningkat 5,03 persen dibandingkan GAPEKA 2025. Peningkatan ini memberikan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pilihan perjalanan sesuai kebutuhan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pengembangan GAPEKA 2026 dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Penambahan kapasitas, jadwal, dan stasiun pemberhentian diharapkan membuat perjalanan kereta api semakin mudah direncanakan.

Di Pulau Jawa, kapasitas KA antarkota meningkat dari 132.680 menjadi 137.846 tempat duduk per hari, bertambah 5.166 tempat duduk atau 3,89 persen. Sementara itu, di Sumatra kapasitas meningkat dari 35.636 menjadi 38.936 tempat duduk per hari, dengan tambahan 3.300 tempat duduk atau 9,26 persen.

Pilihan jadwal juga semakin beragam. Jumlah perjalanan KA penumpang terprogram meningkat dari 1.813 menjadi 1.852 perjalanan, atau bertambah 39 perjalanan di Jawa dan Sumatra. Pengembangan ini mencakup penambahan frekuensi pada sejumlah relasi, sehingga pelanggan memiliki lebih banyak alternatif waktu keberangkatan.

Beberapa layanan baru dan tambahan perjalanan turut hadir dalam GAPEKA 2026. Di antaranya KA Pandawa relasi Semarang Tawang–Solo Balapan–Yogyakarta pergi pulang dengan empat perjalanan terprogram. Di Sumatra Utara, terdapat tambahan satu perjalanan KA Datuk Belambangan dan empat perjalanan KA Sri Lelawangsa. Sementara itu, KA Brawijaya relasi Malang–Gambir pergi pulang mendapatkan tambahan dua perjalanan.

Tak hanya pilihan jadwal, akses naik dan turun kereta juga semakin luas melalui penambahan stasiun pemberhentian pada 84 perjalanan KA. Salah satu layanan dengan tambahan pemberhentian terbanyak adalah KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pergi pulang, dengan enam stasiun tambahan pada masing-masing arah perjalanan.

Untuk arah Bandung menuju Ketapang, tambahan pemberhentian meliputi Stasiun Cibatu, Rajapolah, Kebumen, Tanggul, Kalisetail, dan Rogojampi. Sementara pada arah Ketapang menuju Bandung, pemberhentian tambahan mencakup Rogojampi, Kalisetail, Tanggul, Kebumen, Rajapolah, dan Klakah. Dengan perubahan ini, masyarakat di lebih banyak wilayah memiliki alternatif akses untuk bepergian menggunakan KA Sangkuriang.

Penambahan akses tersebut sejalan dengan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Sangkuriang. Sepanjang Mei–September 2026, kereta api ini telah melayani 330.186 pelanggan. Bahkan, pada Juli–September 2026, rata-rata okupansi dinamisnya mencapai 240,53 persen. KAI berharap perluasan pemberhentian dapat mendukung perjalanan masyarakat menuju kawasan wisata, pusat kegiatan ekonomi, maupun daerah asal keluarga.

Perubahan serupa juga hadir pada layanan lainnya. KA Manahan mendapatkan tambahan pemberhentian di antaranya di Bekasi, Gombong, dan Wates. KA Parahyangan memperoleh tambahan pemberhentian di Plered, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Sementara itu, KA Kaligung mendapatkan tambahan pemberhentian di Kaliwungu, Comal, dan Plabuan pada perjalanan tertentu.

Pengalaman perjalanan juga semakin efisien dengan penyesuaian waktu tempuh. Dalam GAPEKA 2026, sebanyak 74 perjalanan KA antarkota memiliki waktu tempuh lebih singkat dibandingkan GAPEKA 2025. Pengurangan terbesar terjadi pada KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong yang lebih cepat 92 menit. Disusul KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng–Kiaracondong lebih cepat 53 menit, KA Airlangga relasi Surabaya Pasarturi–Pasar Senen lebih cepat 52 menit, KA Batavia relasi Solo Balapan–Gambir lebih cepat 51 menit, KA Airlangga relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi lebih cepat 51 menit, serta KA Sangkuriang arah Ketapang–Bandung lebih cepat 46 menit.

Anne menjelaskan bahwa penyesuaian waktu tempuh disusun dengan mempertimbangkan karakteristik lintas, kesiapan prasarana dan sarana, serta pengaturan perjalanan dan pola pemberhentian. Dengan demikian, setiap perubahan dirancang untuk memberikan pilihan perjalanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Pengembangan layanan ini juga sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Sepanjang Januari–Oktober 2026, KAI Group telah melayani 442.529.105 pelanggan, naik 6,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 414.116.947 pelanggan. Khusus layanan KA jarak jauh dan lokal KAI, jumlah pelanggan mencapai 49.932.766, meningkat 8,99 persen dari 45.814.275 pelanggan pada Januari–Oktober 2025.

Melalui GAPEKA 2026, KAI terus memperluas pilihan perjalanan agar masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai tujuan, baik untuk berlibur, bekerja, mengunjungi keluarga, maupun menjalankan aktivitas lainnya. Yuk, mulai rencanakan perjalanan mulai 1 Desember 2026, cek jadwal terbaru, stasiun pemberhentian, dan ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Pilih perjalanan yang paling sesuai dan nikmati pengalaman bepergian dengan kereta api yang semakin beragam.

VP Corporate Communicantion
Anne Purba

Bagikan ke:

Kami menggunakan cookie

Situs ini menggunakan cookie untuk analitik dan meningkatkan pengalaman Anda. Anda dapat menerima atau menolak penggunaan cookie non-esensial. Pelajari Kebijakan Privasi.