
Aktivitas Pelanggan Naik hingga 108%, Sejumlah Kota Makin Diminati untuk Perjalanan Kereta
Akhir pekan bisa menjadi kesempatan untuk menjelajahi kota baru, mulai dari berburu kuliner dan mengunjungi tempat bersejarah hingga menikmati alam bersama keluarga. Tren perjalanan tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas pelanggan di sejumlah stasiun kereta api di berbagai daerah sepanjang 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan aktivitas pelanggan di sejumlah stasiun selama Januari–September 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Aktivitas pelanggan merupakan akumulasi jumlah pelanggan yang naik dan turun di suatu stasiun. Berdasarkan data KAI, Stasiun Bogor Paledang mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 108,61%.
Berikut sepuluh stasiun dengan pertumbuhan aktivitas pelanggan yang menonjol selama Januari–September 2026:
1. Stasiun Bogor Paledang: dari 395.471 menjadi 825.011 aktivitas pelanggan, naik 108,61%.
2. Stasiun Purwakarta: dari 201.953 menjadi 321.384 aktivitas pelanggan, naik 59,14%.
3. Stasiun Air Tawar: dari 258.929 menjadi 330.554 aktivitas pelanggan, naik 27,66%.
4. Stasiun Purwosari: dari 404.603 menjadi 494.319 aktivitas pelanggan, naik 22,17%.
5. Stasiun Karawang: dari 251.303 menjadi 306.533 aktivitas pelanggan, naik 21,98%.
6. Stasiun Weleri: dari 310.031 menjadi 369.880 aktivitas pelanggan, naik 19,30%.
7. Stasiun Cilacap: dari 305.180 menjadi 358.605 aktivitas pelanggan, naik 17,51%.
8. Stasiun Garut: dari 282.518 menjadi 330.612 aktivitas pelanggan, naik 17,02%.
9. Stasiun Cepu: dari 442.512 menjadi 516.521 aktivitas pelanggan, naik 16,72%.
10. Stasiun Semarang Tawang: dari 2.853.733 menjadi 3.329.748 aktivitas pelanggan, naik 16,68%.
Vice President of Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut menunjukkan beragamnya kebutuhan perjalanan masyarakat di berbagai kota. Perjalanan kereta api tidak hanya mendukung aktivitas pekerjaan dan pendidikan, tetapi juga kunjungan keluarga, wisata, serta eksplorasi kuliner dan budaya daerah.
Di Jawa Barat, Bogor menawarkan beragam pilihan kunjungan, seperti Kebun Raya Bogor, kawasan sekitar Istana Bogor, dan berbagai destinasi kuliner. Purwakarta memiliki Waduk Jatiluhur, Situ Wanayasa, Gunung Parang, dan Gunung Lembu. Sementara itu, Garut menawarkan wisata alam melalui Gunung Papandayan, Pantai Santolo, dan Pantai Sayang Heulang, serta beragam kuliner khas daerah.
Perjalanan ke Jawa Tengah juga memberikan banyak pilihan. Cilacap dikenal dengan Pantai Teluk Penyu dan Benteng Pendem. Dari Cepu, wisatawan dapat menjelajahi kawasan hutan jati, mengikuti Loco Tour untuk mengenal sejarah perkeretaapian, serta menikmati kuliner khas Blora. Di Semarang, Stasiun Semarang Tawang memberikan akses menuju kawasan Kota Lama, sementara Lawang Sewu, Pecinan, Sam Poo Kong, dan beragam destinasi kuliner dapat menjadi pilihan untuk melengkapi perjalanan.
Di Sumatera Barat, aktivitas pelanggan di Stasiun Air Tawar turut menjadi bagian dari mobilitas masyarakat di Kota Padang. Kota ini menawarkan destinasi seperti Pantai Padang, kawasan Kota Tua, dan Pantai Air Manis, serta beragam hidangan khas Minangkabau. Adapun Purwosari, Karawang, dan Weleri turut melayani kebutuhan perjalanan masyarakat menuju berbagai kawasan di sekitarnya.
Anne menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas pelanggan tidak secara khusus menunjukkan pertumbuhan jumlah wisatawan karena perjalanan masyarakat mencakup berbagai kebutuhan. Meski demikian, data tersebut memberikan gambaran tentang semakin beragamnya pergerakan masyarakat melalui jaringan kereta api.
Melalui layanan kereta api, masyarakat dapat merencanakan perjalanan sesuai waktu dan minat, baik untuk menikmati makanan khas, mengunjungi kawasan bersejarah, menjelajahi alam, maupun bertemu keluarga. Setiap stasiun dapat menjadi titik awal untuk mengenal lebih dekat karakter dan pengalaman yang ditawarkan berbagai kota di Indonesia.