Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Dari Kerja hingga Liburan, Perjalanan Pelanggan KAI Terus Berkembang

Dari Kerja hingga Liburan, Perjalanan Pelanggan KAI Terus Berkembang

Umum
22 September 2026
by Administrator

Ada yang naik kereta setiap pagi untuk bekerja, mahasiswa yang berangkat ke kampus, pedagang yang membawa hasil usahanya, hingga keluarga yang memilih kereta api untuk berlibur. Tujuannya memang berbeda-beda, tetapi semuanya membutuhkan perjalanan yang aman, nyaman, dan mudah diakses.

Memasuki usia ke-81 pada 28 September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengembangkan layanan mengikuti perubahan kebutuhan perjalanan masyarakat. Dari layanan antarkota dan kereta lokal, ekosistem KAI Group kini mencakup perjalanan perkotaan, akses bandara, kereta cepat, hingga perjalanan wisata.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa perkembangan perkeretaapian berjalan beriringan dengan perubahan aktivitas masyarakat. Jika dahulu kereta api lebih banyak digunakan untuk bepergian ke kota lain atau pulang ke kampung halaman, kini kereta telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Perubahan tersebut terlihat dari kinerja KAI Group sepanjang Januari–Agustus 2026 yang mencapai 351.602.397 pelanggan, meningkat 7,09 persen dibandingkan 328.311.868 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.

Kontribusi terbesar berasal dari KAI Commuter dengan 277.272.682 pelanggan, tumbuh 6,32 persen dari 260.797.109 pelanggan pada Januari–Agustus 2025. Sementara itu, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI mencatat 40.379.062 pelanggan, meningkat 8,69 persen dibandingkan 37.152.345 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mobilitas perkotaan juga terus bergerak melalui LRT Jabodebek yang melayani 21.809.797 pelanggan, naik 19,05 persen dari 18.320.610 pelanggan pada Januari–Agustus 2025.

Tingginya penggunaan commuter dan LRT menunjukkan peran transportasi massal dalam mendukung aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan. Salah satunya terlihat pada Bogor Line yang mencatat 105.704.913 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan rata-rata sekitar 435 ribu pelanggan setiap hari.

Perkembangan tersebut turut menjadi pertimbangan KAI dalam meningkatkan kapasitas dan fasilitas pelayanan. Salah satunya melalui pengembangan peron di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian SF12.

Tak hanya untuk mobilitas harian, pilihan perjalanan berbasis rel kini semakin beragam. Whoosh melayani 4.078.168 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026, meningkat 0,68 persen dibandingkan 4.050.791 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, KAI Bandara mencatat 4.647.947 pelanggan, naik 0,19 persen dari 4.639.062 pelanggan. Di Sumatra Selatan, LRT Sumsel melayani 2.965.997 pelanggan, sedangkan KA Makassar–Parepare melayani 231.764 pelanggan, tumbuh 13,13 persen dari 204.856 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk perjalanan wisata, layanan yang dikelola KAI Wisata mencatat 216.980 pelanggan, meningkat 49,09 persen dibandingkan 145.537 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2025.

Anne mengatakan setiap layanan memiliki karakter pelanggan dan kebutuhan perjalanan yang berbeda. Layanan commuter membutuhkan frekuensi dan ketepatan waktu, kereta antarkota memberikan pilihan perjalanan antardaerah, sementara kereta wisata menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih personal. Karena itu, pengembangan layanan KAI Group terus diarahkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Pilihan perjalanan dengan karakter yang lebih spesifik juga terus hadir. Salah satunya melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang telah melayani 182.208 pelanggan sejak mulai beroperasi pada 2026 hingga 9 September 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 181.900 pelanggan K3 Kerakyatan dan 308 pelanggan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh pada relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen–Garut.

Di Banten, Kereta Petani dan Pedagang pada lintas Merak–Rangkasbitung telah melayani 43.780 pelanggan sejak beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 14 September 2026. Dengan tarif Rp3.000 sekali perjalanan, layanan ini mendukung mobilitas masyarakat untuk bekerja, berdagang, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Perubahan cara masyarakat bepergian juga semakin terlihat dari pemanfaatan teknologi digital. Jika sebelumnya pelanggan datang ke loket stasiun untuk mendapatkan informasi dan membeli tiket, kini berbagai kebutuhan perjalanan dapat dikelola melalui Access by KAI.

Sepanjang Semester I 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi penjualan tiket KA Utama dan KA Lokal, setara 76,34 persen dari total 22.281.645 transaksi melalui seluruh kanal penjualan.

Dari sisi volume tiket, Access by KAI melayani pembelian 24.544.468 tiket, atau 73,68 persen dari total 33.313.364 tiket KA Utama dan KA Lokal yang terjual pada periode tersebut.

Hingga 30 Juni 2026, Access by KAI memiliki 30.449.049 pengguna terdaftar, bertambah 3.154.132 pengguna sepanjang Semester I 2026. Jumlah pengguna aktif dalam 30 hari terakhir mencapai 9.058.935 pengguna, sementara unduhan kumulatif mencapai 41.011.320 kali. Sebanyak 4.893.743 pengguna juga telah menjadi member premium, setara 16,07 persen dari total pengguna terdaftar.

Menurut Anne, perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana pengalaman pelanggan ikut berubah, mulai dari merencanakan perjalanan hingga mengakses layanan setelah pembelian tiket.

Melalui Access by KAI, pelanggan dapat mencari jadwal, membeli dan mengelola tiket, menggunakan e-boarding pass, memanfaatkan Trip Planner, hingga memperoleh informasi perjalanan melalui Live Tracking.

Kemudahan digital juga hadir melalui Face Recognition Boarding Gate yang telah digunakan oleh 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh sepanjang Semester I 2026. Fasilitas ini memungkinkan pelanggan yang telah melakukan registrasi dan memberikan persetujuan untuk menjalani proses boarding melalui pemindaian wajah.

Memasuki usia ke-81, KAI melihat perubahan cara masyarakat menggunakan kereta api sebagai bagian dari perjalanan layanan yang terus berkembang. Mulai dari kebutuhan akses transportasi yang terjangkau, kemudahan berpindah antarlayanan, hingga pengalaman digital yang semakin praktis, pengembangan layanan terus diarahkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih mudah.

Menjelang HUT ke-81, KAI juga mengajak masyarakat untuk terus menjadi bagian dari perjalanan perusahaan melalui kepercayaan, masukan, dan berbagai pengalaman selama menggunakan layanan kereta api.

Selama 81 tahun, kereta api telah menemani beragam perjalanan masyarakat Indonesia. KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati transportasi berbasis rel yang sesuai dengan kebutuhan dan memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik.

Bagikan ke: