Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Barang Makin Banyak Dikirim Lewat Kereta, Angkutan Retail KAI Tumbuh 17 Persen

Barang Makin Banyak Dikirim Lewat Kereta, Angkutan Retail KAI Tumbuh 17 Persen

Pelayanan
8 September 2026
by Administrator

Distribusi barang dalam jumlah besar kini punya semakin banyak pilihan. Sepanjang Januari–Agustus 2026, volume angkutan retail mencapai 169.044 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 163.821 ton dan 2024 sebesar 144.250 ton. Jika dibandingkan dengan 2024, pertumbuhannya mencapai 17,2 persen dalam dua tahun.

Angkutan retail menjadi salah satu layanan Business to Business (B2B) yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan distribusi pelanggan perusahaan. Layanan ini memanfaatkan jaringan kereta api sebagai bagian dari ekosistem logistik berbasis rel dengan kapasitas angkut besar, perjalanan terjadwal, serta konektivitas antarwilayah.

Pertumbuhan volume tersebut menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan kereta api oleh pelanggan bisnis untuk mendistribusikan berbagai komoditas. Karakteristik angkutan yang membutuhkan kapasitas besar, jadwal perjalanan yang teratur, serta pengiriman jarak menengah hingga jauh membuat kereta api menjadi salah satu pilihan dalam mendukung kebutuhan logistik perusahaan.

Melalui layanan angkutan retail B2B, KAI membantu menghubungkan kebutuhan distribusi antarperusahaan dalam rantai pasok yang lebih terintegrasi. Pengembangan layanan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi kereta api dalam mendukung sistem logistik nasional.

Dari sisi operasional, kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan. Penggunaan energi yang lebih rendah dibandingkan moda angkutan jalan raya untuk kapasitas angkut yang setara juga membuka peluang efisiensi biaya distribusi bagi pelanggan usaha di sepanjang rantai pasok.

Efisiensi tersebut menjadi semakin penting karena biaya transportasi merupakan salah satu komponen yang membentuk biaya logistik suatu produk. Distribusi yang lebih efisien dapat membantu pelaku usaha menjaga struktur biaya, meningkatkan kepastian pasokan, sekaligus mendukung daya saing produk di pasar.

Berdasarkan Laporan Logistik Indonesia 2024 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, biaya logistik menjadi salah satu faktor penting dalam daya saing ekonomi nasional. Pemerintah juga terus mendorong efisiensi logistik melalui penguatan konektivitas multimoda, termasuk optimalisasi transportasi berbasis rel.

Perhatian terhadap efisiensi logistik juga datang dari tingkat global. World Bank melalui Logistics Performance Index (LPI) 2023 menempatkan Indonesia pada peringkat 61 dari 139 negara. Dalam laporan tersebut, kualitas infrastruktur transportasi dan efisiensi layanan logistik menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing perdagangan, dengan peningkatan konektivitas menjadi salah satu area pengembangan utama.

Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) melalui laporan The State of Food and Agriculture 2024 menekankan pentingnya efisiensi sistem distribusi untuk menjaga ketahanan pangan dan keterjangkauan harga. Biaya yang muncul sepanjang rantai pasok turut memengaruhi harga yang akhirnya diterima konsumen.

Di Indonesia, kelancaran distribusi juga berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas harga. Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai salah satu kelompok pengeluaran yang memengaruhi dinamika inflasi nasional. Hal ini menunjukkan pentingnya sistem distribusi yang efisien untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Melalui pengembangan angkutan retail, KAI terus memperluas layanan logistik berbasis rel untuk mendukung kebutuhan industri, perdagangan, hingga distribusi berbagai komoditas. Pertumbuhan volume tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap kereta api sebagai moda transportasi barang yang aman, terjadwal, dan efisien.

Ke depan, pengembangan layanan angkutan barang terus diarahkan pada solusi logistik yang semakin terintegrasi. Optimalisasi transportasi berbasis rel diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung ekosistem logistik nasional yang semakin kompetitif.

Bagikan ke: