
Melangkah ke Masa Depan, KAI Siapkan Pengembangan Perkeretaapian di Bali
KAI bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung mulai menyiapkan langkah menuju masa depan transportasi Bali. Ketiga pihak resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Rencana Pengembangan Perkeretaapian di Provinsi Bali pada Selasa, 1 September 2026.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk mempelajari potensi dan kebutuhan pengembangan sistem perkeretaapian yang dapat mendukung mobilitas masyarakat serta perkembangan wilayah Bali di masa depan.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Melalui kolaborasi ini, KAI dan pemerintah daerah akan melakukan berbagai kajian serta koordinasi sebagai bagian dari persiapan pengembangan perkeretaapian di Bali.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi, perkembangan pariwisata, serta tingginya mobilitas masyarakat menjadi sejumlah faktor penting dalam melihat kebutuhan transportasi Bali ke depan.
Bali sendiri terus menunjukkan dinamika ekonomi dan pariwisata yang kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,78% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp89,27 triliun, dengan sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum menjadi salah satu kontributor terbesar.
Pertumbuhan tersebut juga berjalan seiring dengan tingginya aktivitas mobilitas di Bali. Pada Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali mencapai lebih dari 605 ribu kunjungan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Mobilitas melalui transportasi udara juga menunjukkan peningkatan. Pada bulan yang sama, lebih dari 650 ribu penumpang menggunakan penerbangan internasional dari Bali, sementara hampir 330 ribu penumpang melakukan perjalanan melalui penerbangan domestik.
Menurut Bobby, karakter Bali sebagai salah satu pusat pariwisata utama Indonesia membutuhkan perencanaan transportasi yang mampu menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat, kawasan pariwisata, serta moda transportasi yang telah tersedia.
Melalui kesepakatan ini, KAI bersama Pemprov Bali dan Pemkab Badung akan melakukan inventarisasi data dan informasi, menyusun kajian kelayakan maupun Detail Engineering Design (DED), serta mempelajari potensi integrasi antarmoda. Kolaborasi tersebut juga mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan koordinasi dengan berbagai kementerian, lembaga, badan usaha, serta pemangku kepentingan terkait.
Kesepakatan Bersama ini berlaku selama lima tahun dan dapat dilanjutkan melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.
Bobby menambahkan bahwa KAI siap menghadirkan pengalaman dan kompetensinya di bidang perkeretaapian dalam setiap tahapan kajian. Melalui perencanaan yang matang dan kolaborasi dengan berbagai pihak, KAI berharap rencana pengembangan perkeretaapian di Bali dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat serta perkembangan wilayah Pulau Dewata.