Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Angkutan Petikemas KAI Makin Diminati, Perkuat Konektivitas Logistik

Angkutan Petikemas KAI Makin Diminati, Perkuat Konektivitas Logistik

Pelayanan
10 September 2026
by Administrator

Kebutuhan distribusi barang terus berkembang, dan kereta api semakin mengambil peran dalam mendukung pergerakan logistik di Indonesia. Sepanjang Januari–Agustus 2026, angkutan petikemas KAI mencatat pertumbuhan volume sebesar 19,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data KAI menunjukkan volume angkutan petikemas mencapai 3.928.221 ton hingga Agustus 2026, naik dari 3.294.255 ton pada periode yang sama di 2025. Artinya, terdapat tambahan volume sebesar 633.966 ton.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan transportasi berbasis rel untuk mendukung distribusi barang dalam jumlah besar. Dengan perjalanan yang terjadwal dan jaringan yang menghubungkan berbagai wilayah, kereta api menjadi salah satu pilihan bagi pelaku industri dalam mendukung kebutuhan logistik mereka.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan angkutan petikemas mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan logistik yang efisien. KAI terus mengembangkan layanan angkutan barang untuk menghubungkan kawasan produksi, pusat distribusi, hingga berbagai simpul perdagangan melalui jaringan kereta api.

Bagi industri, kelancaran distribusi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga efisiensi rantai pasok. Kapasitas angkut yang besar dan jadwal perjalanan yang teratur membuat angkutan kereta api dapat menjadi alternatif bagi perusahaan untuk mengelola pengiriman barang dalam volume besar dengan lebih terencana.

Pertumbuhan angkutan petikemas KAI juga berjalan seiring dengan berkembangnya kawasan industri dan simpul logistik baru di Indonesia. Salah satunya adalah Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang dikembangkan sebagai ekosistem logistik terintegrasi dengan menghubungkan dry port, seaport, kereta api, warehouse, trucking, container yard, hingga jaringan distribusi hinterland.

Dalam pengembangan konektivitas KITB, kereta api menjadi salah satu moda yang dikaji untuk mendukung pergerakan barang menuju sejumlah simpul logistik utama, seperti Tanjung Priok, Kalimas/Tanjung Perak Surabaya, dan Patimban. Kajian tersebut mempertimbangkan jarak, volume barang, asal dan tujuan pengiriman, karakteristik komoditas, hingga efisiensi biaya logistik antarmoda.

Dry port KITB sendiri dirancang untuk menjadi bagian dari sistem logistik terpadu yang menghubungkan aktivitas industri, penyimpanan, distribusi, dan transportasi multimoda. Berdasarkan roadmap pengembangan, dry port tersebut ditargetkan memasuki tahap operasional awal sekitar 2028 dengan layanan container handling, rail service, trucking, warehouse, dan empty depot.

Anne menambahkan bahwa KAI akan terus memperkuat layanan angkutan barang melalui optimalisasi perjalanan kereta api barang, peningkatan kerja sama dengan pelanggan industri, serta integrasi layanan bersama para pemangku kepentingan di sektor logistik.

Pengembangan jaringan dan kapasitas operasional juga terus dilakukan agar layanan angkutan petikemas KAI semakin mampu menjawab kebutuhan industri. Dengan pertumbuhan volume yang mencapai 19,24% hingga Agustus 2026, KAI terus mendorong kereta api menjadi bagian dari solusi logistik yang efisien sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan dan industri antardaerah.

Bagikan ke: