
Perlancar Distribusi Barang, KAI Bekerjasama dengan BPH Migas
Dalam rangka mempererat hubungan dengan BPH Migas sebagai regulator yang membidangi penetapan kuota BBM subsidi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan Focus Discussion Group (FGD). Kegiatan yang diselenggarakan di Pullman Hotel, Bandung, pada Kamis (16/6) ini mengambil tema Kajian Teknik Optimalisasi Konsumsi Bahan Bakar Minyak dan Pelumas pada Sarana di KAI. KAI sendiri merupakan operator kereta api yang menggunakan BBM subsidi dan non subsidi.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo (kedua kiri) bersama Kepala BPH Migas Erika Retnowati (kedua kanan) melakukan site visit di Depo Lokomotif Bandung, Jumat (17/6).
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati mengatakan bahwa sektor transportasi merupakan salah satu sektor strategis. BBM Subsidi yang merupakan stimulus bagi pembangunan dan kesejahteraam ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Pemberian kuota BBM Subsidi pada sektor kereta api untuk menikmati BBM Subsidi tentu sangat diharapkan dapat dikelola dengan cerdas dan bijaksana, dalam arti bahwa penggunaan yang tepat sasaran dan sesuai volume yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mejelaskan, KAI sebagai operator kereta api membutuhkan dukungan dari BPH Migas dalam menyediakan kuota BBM subsidi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik untuk layanan Angkutan Penumpang ataupun Angkutan Barang.
"FGD ini penting dalam rangka membagi pengetahuan agar KAI dapat lebih optimal dalam mengelola BBM dan pelumas pada sarana khususnya lokomotif," ujar Didiek.
Tahun 2022 KAI mendapatkan kuota BBM subsidi sebesar 174,6 juta liter. Hingga awal Juni 2022, kuota tersebut telah terpakai 54%. Kuota BBM subsidi sangat krusial bagi KAI untuk dapat terus melayani berbagai kepentingan publik menggunakan kereta api.
“Dengan tersedianya BBM subsidi yang mencukupi untuk semua KA Angkutan Barang, maka KAI dapat mendukung biaya logistik yang kompetitif dan mengurangi dampak eksternalitas seperti kemacetan, polusi, jalan-jalan yang rusak, serta meningkatkan daya saing global,” kata Didiek.
Kereta api memiliki keunggulan sebagai salah satu moda transportasi yaitu dapat mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah besar pada satu perjalanan, sehingga mengurangi beban jalan raya dan angka kecelakaan. Dalam hal angkutan barang, komoditi terbesar yang KAI layani yaitu angkutan batu bara di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Peran pemberian BBM subsidi pada KAI akan semakin mendukung efisiensi dan perkembangan wilayah khususnya di Sumatera Bagian Selatan.
Melalui FGD ini, diharapkan akan terwujud hubungan yang sinergis antara BPH Migas dan KAI dalam pemenuhan kebutuhan BBM subsidi sebagai pendukung proses bisnis KAI untuk mengurangi beban biaya dan menjaga sustainability KAI dalam menjalankan penugasan-penugasan pemerintah yang merupakan proyek strategis nasional.