
Stasiun Bogor Makin Sibuk, KAI Siapkan Operasional SF12 untuk Layani Mobilitas yang Terus Tumbuh
Mobilitas masyarakat di Bogor terus meningkat, dan KAI siap menjawab kebutuhan tersebut. Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor kini memasuki tahap finishing sekaligus menjalani uji operasional sebagai persiapan menghadirkan KRL Commuter Line 12 kereta (SF12) di Bogor Line. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 15 Juli 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan yang semakin andal, nyaman, dan mampu mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat dari Bogor dan kawasan penyangga menuju Jakarta.
Tak heran jika peningkatan kapasitas menjadi prioritas. Berdasarkan data Semester I 2026, Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi di Jabodetabek dengan total 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri dari 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out. Artinya, rata-rata lebih dari 101 ribu pelanggan beraktivitas di Stasiun Bogor setiap harinya.
Pencapaian tersebut menempatkan Stasiun Bogor di atas sejumlah stasiun utama lainnya seperti Tanah Abang, Sudirman, Citayam, hingga Bekasi. Hal ini semakin menegaskan peran Bogor sebagai salah satu pusat mobilitas terbesar di wilayah Jabodetabek.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya mobilitas pelanggan menjadi dasar percepatan pengembangan fasilitas di Stasiun Bogor.
Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi pada Semester I 2026. Karena itu, kami terus mempercepat pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 sebagai persiapan operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12, sehingga kapasitas layanan dapat terus meningkat.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, volume pelanggan di Stasiun Bogor tetap konsisten berada di atas tiga juta per bulan, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line, khususnya di Bogor Line.
Sebagai salah satu lintas tersibuk, Bogor Line melayani perjalanan masyarakat dari Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, hingga Jakarta. Sejumlah stasiun di lintas ini juga masuk dalam jajaran stasiun dengan mobilitas pelanggan tertinggi di Jabodetabek.
Dengan hadirnya SF12, kapasitas angkut akan semakin besar sehingga perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman, sekaligus membuat proses naik dan turun penumpang di Stasiun Bogor semakin lancar.
Sejak dimulai pada 15 April 2026, proyek pengembangan mencakup pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), peningkatan jalur rel, hingga sistem listrik aliran atas (LAA). Untuk menambah kenyamanan pelanggan, KAI juga menghadirkan kanopi baru di area peron agar pelanggan tetap nyaman menunggu kereta, baik saat cuaca panas maupun hujan.
Memasuki tahap akhir pembangunan, KAI telah melaksanakan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan uji operasional KRL pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari proses memastikan kesiapan infrastruktur sebelum digunakan secara penuh.
Selama proses pembangunan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus menjaga kelancaran operasional agar pelanggan tetap dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Bersamaan dengan itu, KAI juga terus memperkuat konektivitas antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin terintegrasi.
Kami ingin setiap peningkatan yang dilakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelanggan. Melalui kapasitas yang lebih besar, fasilitas yang semakin nyaman, dan konektivitas yang semakin baik, KAI siap menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, aman, dan menyenangkan.