Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Masa Depan Perkeretaapian Dimulai dari Talenta Muda, Ini Langkah Nyata KAI

Masa Depan Perkeretaapian Dimulai dari Talenta Muda, Ini Langkah Nyata KAI

Keberlanjutan
15 Juli 2026
by RIZKYA SELLY ANGGRAENY

Setiap perjalanan kereta api yang tiba dengan selamat, setiap transaksi digital melalui Access by KAI, hingga setiap pemeriksaan sarana dan prasarana yang dilakukan sebelum kereta beroperasi memiliki satu benang merah: keterampilan para insan KAI yang bekerja di balik layar.

Mulai dari kemampuan teknis, ketelitian, komunikasi, kreativitas, hingga kolaborasi, seluruh kompetensi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, modern, dan semakin dekat dengan kebutuhan pelanggan.

Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia (World Youth Skills Day) setiap 15 Juli yang tahun ini mengusung tema "Skills for a Shared Future". Tema tersebut menyoroti pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan digital, kecerdasan artifisial (AI), ekonomi hijau, serta kemampuan sosial dan kolaboratif untuk menghadapi masa depan dunia kerja.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, transformasi dunia transportasi membuat kebutuhan kompetensi di industri perkeretaapian semakin berkembang.

"Perkeretaapian merupakan sistem yang menghubungkan manusia, teknologi, sarana, prasarana, dan pelayanan dalam satu rangkaian kerja. Karena itu, setiap pekerja perlu terus mengembangkan kompetensi, tetap adaptif, dan mampu berkolaborasi dengan tetap mengutamakan disiplin keselamatan," ujar Bobby.

Komitmen tersebut didukung oleh kekuatan SDM KAI yang terus bertumbuh. Hingga Juni 2026, KAI Induk memiliki 28.003 pekerja, dengan sekitar 73 persen atau 20.446 pekerja berada pada rentang usia produktif 18–40 tahun. Jumlah tersebut terdiri atas 6.684 pekerja berusia 18–30 tahun dan 13.762 pekerja berusia 31–40 tahun, mencerminkan dominasi generasi muda yang siap menjadi motor transformasi perusahaan.

Sementara itu, sebanyak 4.736 pekerja berada pada kelompok usia 41–50 tahun dan 2.821 pekerja berusia di atas 51 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, komposisi pekerja KAI Induk terdiri dari 26.432 laki-laki dan 1.571 perempuan.

Data tersebut mencakup pekerja berstatus PKWTT dan calon pekerja KAI Induk, di luar pekerja anak perusahaan, afiliasi, external employee, maupun pekerja berstatus PKWT.

Menurut Bobby, keberhasilan KAI tidak hanya bertumpu pada generasi muda, tetapi juga pada kolaborasi lintas generasi. Pengalaman para pekerja senior menjadi bekal berharga dalam menjaga standar keselamatan dan operasional, sementara generasi muda membawa semangat inovasi, kemampuan digital, serta perspektif baru yang semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Pengetahuan mengenai keselamatan, operasional, dan pelayanan perlu diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada saat yang sama, perusahaan memberikan ruang bagi gagasan baru agar dapat dikembangkan secara terukur dan menghasilkan manfaat bagi layanan maupun masyarakat.

Kebutuhan kompetensi tersebut hadir di hampir seluruh lini bisnis KAI, mulai dari operasional perjalanan kereta api, pelayanan pelanggan, perawatan sarana dan prasarana, teknologi informasi, keamanan siber, pengelolaan data, logistik, hingga berbagai fungsi pendukung perusahaan.

Transformasi digital juga mendorong insan KAI untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pelanggan. Inovasi tersebut diwujudkan melalui berbagai layanan digital seperti Access by KAI dan Face Recognition Boarding Gate.

Sepanjang Semester I 2026, fasilitas Face Recognition Boarding Gate telah dimanfaatkan oleh 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh. Selain membuat proses boarding semakin cepat dan praktis, layanan ini juga berhasil mengurangi penggunaan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass dengan estimasi efisiensi mencapai Rp203,80 juta.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi bagian dari pengembangan kompetensi pekerja. KAI saat ini telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi dengan total kapasitas 4.430,65 kilowatt peak.

Sejak 1 Juli 2026, KAI juga mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 secara bertahap pada sarana diesel dengan tetap mengedepankan kualitas bahan bakar, kesiapan armada, keselamatan, dan keandalan operasional.

Bobby menegaskan bahwa transformasi perusahaan selalu berlandaskan prinsip 3P (Profit, People, Planet) sebagai fondasi bisnis berkelanjutan.

Transformasi KAI diarahkan pada keseimbangan 3P: profit, people, dan planet. Perusahaan harus mampu menjaga kinerja, memberi manfaat bagi masyarakat, dan berperan aktif dalam merawat bumi. Prinsip ini menjadi bagian dari cara KAI menjalankan bisnis dan operasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, keterampilan masa depan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga bagaimana insan KAI mampu membaca data, memanfaatkan energi secara efisien, memahami dampak lingkungan, sekaligus tetap menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan.

Semangat pengembangan kompetensi tersebut juga diwujudkan melalui Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api (Porseni Kereta Api) 2026 yang saat ini berlangsung di Yogyakarta.

Mengusung tema "Spirit Competition, Power of Sustainability", ajang tersebut diikuti 1.632 peserta dari 17 kontingen di lingkungan KAI Group.

Para peserta berkompetisi dalam sembilan cabang olahraga, mulai dari basket, futsal, sepak bola, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, catur, hingga e-sport Mobile Legends. Sementara pada bidang seni, peserta menampilkan kreativitas melalui kompetisi band dan tari tradisional.

Menurut Bobby, olahraga maupun seni bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk membangun disiplin, kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, pengambilan keputusan, hingga kerja sama tim yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

Dalam pertandingan maupun pertunjukan seni, setiap peserta belajar memahami peran, mengelola emosi, membaca situasi, dan menyelesaikan target bersama. Nilai-nilai tersebut sangat dekat dengan keseharian pekerja dalam menjaga pelayanan perkeretaapian.

Selaras dengan tema keberlanjutan, seluruh peserta Porseni juga diajak membawa tumbler serta alat makan guna ulang untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai. Mereka turut mengumpulkan seragam putih R6 yang telah habis masa pakainya untuk didaur ulang menjadi produk baru melalui konsep ekonomi sirkular.

Komitmen lingkungan tersebut juga diwujudkan melalui penanaman 25 pohon produktif di Balai Yasa Yogyakarta pada 13 Juli 2026. Secara kumulatif, KAI telah menanam 99.785 pohon sejak 2022, termasuk 4.540 pohon yang ditanam sepanjang tahun 2026.

Berbekal kompetensi, kolaborasi, dan semangat inovasi para pekerjanya, KAI Group berhasil melayani 258.993.359 pelanggan selama Semester I 2026 atau meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 240.805.920 pelanggan.

Pada periode yang sama, KAI juga mengangkut sekitar 32,50 juta ton barang untuk mendukung distribusi komoditas energi, industri, perkebunan, hingga logistik nasional.

Setiap pekerja membawa keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda, kemudian menghubungkannya dalam satu sistem pelayanan. Melalui pengembangan kompetensi dan ruang kolaborasi, KAI menyiapkan insan yang mampu menjaga keselamatan, menghadirkan inovasi, memberi manfaat bagi masyarakat, serta membawa perkeretaapian Indonesia menjawab kebutuhan masa depan.

Bagikan ke: