Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
KA BIAS Makin Diminati, Layani 375 Ribu Pelanggan Sepanjang Januari–Mei 2026

KA BIAS Makin Diminati, Layani 375 Ribu Pelanggan Sepanjang Januari–Mei 2026

Pelayanan
30 Juni 2026
by RIZKYA SELLY ANGGRAENY

Kereta Api Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan sepanjang lima bulan pertama tahun 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, layanan ini telah melayani 375.032 pelanggan sejak Januari hingga Mei 2026, naik 24,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 300.271 pelanggan. 


Kenaikan ini menunjukkan KA BIAS semakin dibutuhkan sebagai kereta penghubung wilayah Daop 6 Yogyakarta dan Daop 7 Madiun. Layanan yang semula hadir untuk mempermudah akses dari dan menuju Bandara Adi Soemarmo ini kini juga menjadi pilihan mobilitas masyarakat di lintas Solo, Sragen, Ngawi, Magetan, hingga Madiun. 


Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pertumbuhan pelanggan KA BIAS memperlihatkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi antarkota jarak dekat yang nyaman, cepat, dan memiliki kepastian waktu. Menurutnya, KA BIAS kini menjalankan fungsi yang lebih luas dalam melayani mobilitas antarkota. Dari yang awalnya sekadar akses bandara, layanan ini kini juga menjadi penghubung aktivitas masyarakat Solo, Sragen, Ngawi, Magetan, dan Madiun. Kenaikan pelanggan sebesar 24,90 persen menjadi tanda bahwa kereta api semakin dibutuhkan untuk perjalanan harian, perjalanan keluarga, pendidikan, pekerjaan, hingga aktivitas ekonomi lokal. 


Jumlah pelanggan KA BIAS bertambah 74.761 orang dalam periode Januari–Mei 2026. Rata-rata, layanan ini melayani sekitar 2.483 pelanggan per hari selama lima bulan pertama 2026. Angka ini menunjukkan KA BIAS memiliki jumlah pelanggan tetap yang semakin banyak, terutama pada lintas yang selama ini menjadi ruang mobilitas masyarakat Jawa Tengah bagian timur dan Jawa Timur bagian barat. 


KA BIAS melayani sejumlah titik penting, di antaranya Bandara Adi Soemarmo, Kadipiro, Solo Balapan, Solo Jebres, Palur, Sragen, Walikukun, Ngawi, Magetan, dan Madiun sesuai jadwal yang berlaku. Keterhubungan titik-titik tersebut memberi pilihan perjalanan yang lebih praktis bagi masyarakat yang ingin bepergian dari pusat kota, kawasan permukiman, pusat pendidikan, kawasan ekonomi, hingga akses bandara. 


Anne menambahkan bahwa layanan penghubung antarkota seperti KA BIAS memiliki nilai strategis karena menjembatani kebutuhan perjalanan jarak dekat dan menengah. Dengan waktu tempuh yang lebih terukur, pelanggan dapat merencanakan perjalanan secara lebih baik tanpa bergantung pada kondisi lalu lintas jalan raya. Mobilitas masyarakat di kawasan Solo–Madiun membutuhkan layanan yang fleksibel, terjangkau, dan mudah diakses, dan KA BIAS menjawab kebutuhan itu melalui perjalanan yang terjadwal dan terhubung dengan berbagai stasiun penting di sepanjang lintasnya. 


KAI juga melihat KA BIAS sebagai layanan yang mendukung pemerataan akses transportasi publik. Bagi masyarakat Sragen, Ngawi, Magetan, dan Madiun, keberadaan KA BIAS memberi tambahan pilihan untuk menuju Solo, kawasan bandara, maupun kota-kota di sekitarnya. Sebaliknya, bagi pelanggan dari Solo, layanan ini membuka akses perjalanan yang lebih mudah menuju wilayah Madiun Raya. 


Dengan tarif yang terjangkau untuk setiap tujuan perjalanan, KA BIAS dapat menjadi pilihan bagi pelajar, pekerja, pelaku usaha kecil, keluarga, serta masyarakat yang membutuhkan perjalanan reguler. Pelanggan dapat memesan tiket melalui kanal resmi KAI dan mitra penjualan tiket yang bekerja sama dengan KAI. 


KAI akan terus menjaga kualitas layanan KA BIAS agar semakin mudah digunakan masyarakat. Pertumbuhan pelanggan ini menjadi dorongan bagi KAI untuk memperkuat layanan antarkota yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat. 

Bagikan ke: