Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Gambir Naik Level, KAI Hadirkan Stasiun yang Makin Terhubung dan Nyaman

Gambir Naik Level, KAI Hadirkan Stasiun yang Makin Terhubung dan Nyaman

Inovasi
7 Juli 2026
by RIZKYA SELLY ANGGRAENY

Pengembangan Stasiun Gambir terus disiapkan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan terintegrasi. Setelah sebelumnya diarahkan sebagai pusat hospitality dan leisure, pengembangan berikutnya difokuskan pada peningkatan konektivitas agar Gambir menjadi stasiun yang lebih mudah diakses, nyaman digunakan, dan terhubung dengan berbagai moda transportasi di pusat Jakarta.

Selama ini, Gambir dikenal sebagai gerbang utama perjalanan KA Jarak Jauh dari pusat Jakarta. Lokasinya yang berada di kawasan Monas, pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, hingga jaringan transportasi lanjutan menjadikan stasiun ini memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat. Pengembangan yang dilakukan bertujuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih menyeluruh, mulai dari kedatangan di stasiun, proses menunggu keberangkatan, perpindahan antarmoda, hingga melanjutkan aktivitas di pusat kota.

Seiring berkembangnya kebutuhan mobilitas masyarakat, peran stasiun di pusat kota juga terus meluas. Kini, stasiun tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga berkembang sebagai ruang yang menghubungkan perjalanan, layanan publik, aktivitas ekonomi, kuliner, ritel, budaya, hingga ruang interaksi masyarakat. Dengan tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai stasiun KA Jarak Jauh, Gambir disiapkan menjadi ruang perjalanan yang lebih lengkap melalui akses yang lebih mudah, alur pergerakan yang tertata, area tunggu yang nyaman, beragam pilihan kuliner dan layanan perjalanan, serta konektivitas yang semakin baik dengan kawasan di sekitarnya.

Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler setiap hari atau sekitar 78 pemberhentian untuk naik dan turun pelanggan KA Jarak Jauh. Di sisi lain, jalur layang Gambir juga dilintasi 326 perjalanan KRL Bogor Line setiap hari pada lintas Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo (PP).
Pada tahap saat ini, Commuter Line yang melintas di Gambir masih belum melayani aktivitas naik dan turun pelanggan. Oleh karena itu, rencana integrasi layanan KRL di Gambir dipersiapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, pengaturan operasional, aspek keselamatan, kapasitas lintas, serta koordinasi bersama regulator.

Melalui pengembangan tersebut, KAI menyiapkan integrasi yang memungkinkan perpindahan antarmoda berlangsung lebih mudah ketika seluruh aspek teknis telah siap. Dalam setiap tahap pengembangan, keselamatan, keandalan operasional, dan kemudahan akses bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama.

Kebutuhan integrasi tersebut semakin relevan seiring meningkatnya mobilitas pengguna Commuter Line di Jabodetabek. Jumlah perjalanan KRL meningkat dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025, atau tumbuh sekitar 58,11% dalam tiga tahun.

Di antara seluruh lintas KRL, Bogor Line menjadi rute dengan jumlah pelanggan terbesar. Setelah melayani 102.054.022 pelanggan pada 2022, jumlah tersebut terus meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Sepanjang Januari–Juni 2026, Bogor Line kembali mencatat 78.077.679 pelanggan.

Tingginya mobilitas tersebut menunjukkan bahwa perjalanan masyarakat dari Bogor, Depok, Cibinong, Nambo, dan wilayah sekitarnya menuju Jakarta telah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Apabila pada tahap berikutnya Gambir telah siap melayani naik dan turun pelanggan Commuter Line, masyarakat akan memperoleh akses yang lebih dekat menuju kawasan Monas, pusat pemerintahan, hotel, ruang publik, pusat aktivitas, hingga layanan KA Jarak Jauh. Integrasi ini juga akan memberikan pilihan perjalanan lanjutan yang lebih praktis bagi pelanggan yang tiba di Gambir, sehingga perjalanan menjadi lebih ringkas, mudah, dan efisien.

Pengembangan Gambir berjalan berdampingan dengan penguatan Stasiun Manggarai. Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam ekosistem perkeretaapian Jabodetabek. Manggarai tetap berperan sebagai central station dan pusat perpindahan antarlintas, sedangkan Gambir diperkuat sebagai gerbang utama KA Jarak Jauh di pusat kota, akses menuju kawasan Monas, pusat layanan pelanggan, sekaligus memiliki potensi menjadi titik integrasi Commuter Line.

Pembagian peran tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi publik Jabodetabek yang semakin terintegrasi, dengan Manggarai sebagai pusat distribusi perjalanan antarlintas dan Gambir sebagai simpul mobilitas menuju pusat aktivitas Jakarta.

Dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, stasiun ini dikembangkan sebagai Modern Station & Lifestyle Hub yang mengusung tiga pilar utama, yaitu mobility, culture, dan lifestyle. Konsep tersebut memadukan fungsi mobilitas dengan ruang budaya, layanan pelanggan, area komersial, dan ruang publik yang terhubung dengan kawasan Medan Merdeka.

Melalui konsep tersebut, Gambir diproyeksikan menjadi ruang kota yang menghubungkan berbagai aktivitas. Pelanggan nantinya dapat berpindah moda dengan lebih mudah, menikmati beragam pilihan kuliner, memenuhi kebutuhan perjalanan, mengakses berbagai layanan, menunggu keberangkatan dengan nyaman, sekaligus terhubung langsung dengan kawasan Monas dan pusat aktivitas Jakarta.

Kajian tersebut juga mencakup rencana integrasi dengan Transjakarta, MRT, kawasan pedestrian, ruang publik Monas, area ritel, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang pertemuan, hingga ruang publik lainnya. Dalam desainnya juga disiapkan peron Commuter Line, concourse KRL, intermodal hub di area lower ground, serta penataan yang lebih baik untuk alur kedatangan dan keberangkatan KA Jarak Jauh.

Pengembangan ini juga diarahkan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih nyaman melalui sirkulasi pejalan kaki yang lebih terbuka, area keberangkatan dan kedatangan yang lebih mudah dipahami, pengaturan kendaraan menuju area lower ground, serta ruang lantai dasar yang semakin ramah bagi pejalan kaki. Dengan konsep tersebut, pelanggan diharapkan dapat berpindah moda dengan lebih mudah, menemukan layanan yang dibutuhkan tanpa kesulitan, serta menikmati pengalaman berada di stasiun yang lebih nyaman dan tertata.

Saat ini, ekosistem layanan di Gambir juga terus berkembang. Berdasarkan data tenant Stasiun Gambir tahun 2026, terdapat 132 area komersial yang telah tersewa, terdiri atas 67 space dan 65 open space. Berbagai tenant yang hadir meliputi kuliner, kedai kopi, minimarket, ritel, toko oleh-oleh, toko buku, lounge, loker, hotel transit, pod, ATM, vending machine, area parkir, media luar ruang, hingga berbagai layanan pendukung perjalanan.

Keberadaan tenant tersebut memperlihatkan bahwa Gambir telah berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat sebelum maupun sesudah perjalanan. Penataan akses antarmoda, jalur pejalan kaki, ruang tunggu, dan area komersial yang semakin baik diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, pekerja, pemasok, pengelola layanan, hingga masyarakat di sekitar kawasan.

Berdasarkan kajian pengembangan, area komersial baru memiliki potensi ruang ritel sekitar 15.479 meter persegi, sementara hotel dan ruang pertemuan mencapai sekitar 3.756 meter persegi. Jika seluruh pengembangan terealisasi sesuai rencana, kawasan tersebut berpotensi menampung sekitar 220–310 unit usaha serta membuka sekitar 500–1.000 peluang kerja langsung maupun pekerjaan pendukung, menyesuaikan desain akhir, tahapan pembangunan, dan pola operasional kawasan.

Melalui pengembangan yang dilakukan secara bertahap, Gambir dipersiapkan untuk menjawab perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat. Selain tetap menjadi gerbang utama KA Jarak Jauh, stasiun ini juga diharapkan semakin terhubung dengan perjalanan harian, transportasi lanjutan, kawasan Monas, aktivitas ekonomi, hingga berbagai ruang publik di pusat Jakarta, sehingga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, praktis, dan terintegrasi.

Bagikan ke: