
Dari Lempuyangan sampai Garut, Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Andalan 103 Ribu Lebih Pelanggan
Naik kereta ekonomi kini tak lagi identik dengan kursi sempit dan duduk membelakangi arah jalan. Berkat sentuhan tangan insan perkeretaapian di Balai Yasa Manggarai, wajah kereta kelas ekonomi perlahan berubah - dan masyarakat menyambutnya dengan antusias. Buktinya, sejak diperkenalkan pada masa Angkutan Lebaran hingga 26 Juli 2026, layanan yang diberi nama Kereta Ekonomi Kerakyatan ini telah mengantarkan 103.848 pelanggan ke tujuan masing-masing.
Konsepnya sederhana namun berdampak besar: interior diperbarui, tempat duduk ditata ulang, dan kursi kini bisa disesuaikan arahnya mengikuti perjalanan kereta. Hasilnya, penumpang mendapat posisi duduk yang lebih nyaman dan ruang gerak yang lebih lega, tanpa mengorbankan kapasitas layanan yang memang dibutuhkan untuk transportasi publik.
Saat ini, Kereta Ekonomi Kerakyatan beroperasi pada KA Cikuray relasi Garut - Pasarsenen pp. Sejak resmi melayani rute ini pada 11 Juni lalu hingga 26 Juli 2026, tercatat 79.450 pelanggan telah menjajal kenyamanan barunya - rinciannya, 32.145 orang melaju dari Garut menuju Pasarsenen, sementara 47.305 lainnya menempuh arah sebaliknya.
Angka ini bukan sekadar statistik. Rute Garut - Pasarsenen melintasi wilayah padat mobilitas seperti Bandung, Purwakarta, Bekasi, hingga Jakarta, menjadikan KA Cikuray sebagai urat nadi perjalanan harian warga - entah untuk berangkat kerja, kuliah, berdagang, berlibur, atau sekadar pulang menemui keluarga, semua dengan ongkos yang tetap bersahabat di kantong.
Sebelum menyapa penumpang KA Cikuray, Kereta Ekonomi Kerakyatan lebih dulu diuji coba pada KA Tambahan relasi Lempuyangan - Pasarsenen pp selama masa Angkutan Lebaran 2026, tepatnya 11 Maret hingga 5 April. Masa uji coba ini terbilang sukses, dengan 24.398 pelanggan memanfaatkannya - hampir berimbang antara kedua arah perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pengembangan ini lahir dari mendengarkan langsung suara pelanggan, yang menginginkan perjalanan terjangkau sekaligus nyaman. Menurutnya, angka pemanfaatan yang terus bertumbuh ini menjadi bahan evaluasi penting bagi perusahaan untuk terus menyempurnakan layanan kelas ekonomi ke depan, dengan tujuan agar setiap peningkatan fasilitas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Anne menambahkan, ke depan pihaknya akan terus memantau pola perjalanan, tingkat keterisian, hingga pengalaman penumpang selama berada di dalam rangkaian, sebagai dasar pengembangan sarana selanjutnya. Baginya, tarif murah dan kualitas layanan yang baik bukan dua hal yang harus dipilih salah satu - keduanya harus berjalan beriringan, agar kereta api tetap menjadi transportasi antarkota yang dekat dengan hati masyarakat.