
Bogor Line Terus Jadi Andalan, 78,08 Juta Pelanggan Gunakan Layanan pada Semester I 2026
Mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Bogor Line menjadi lintas KRL Commuter Line dengan jumlah pelanggan terbesar, melayani 78.077.679 pelanggan. Capaian ini menunjukkan peran penting Bogor Line sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat, khususnya bagi warga Bogor, Depok, dan kawasan penyangga menuju Jakarta.
Tingginya mobilitas tersebut juga tercermin dari tren pertumbuhan pelanggan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, Bogor Line melayani 102.054.022 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan sepanjang 2025.
Peningkatan jumlah pelanggan tersebut memperlihatkan bahwa KRL telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain mendukung perjalanan menuju tempat kerja dan pusat pendidikan, Bogor Line juga berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi serta memperkuat konektivitas menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Tingginya volume pelanggan mendorong KAI untuk terus meningkatkan kapasitas layanan agar perjalanan masyarakat semakin nyaman, tertata, dan andal.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai pengembangan infrastruktur dan peningkatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, terutama pada jam-jam sibuk.
Di sepanjang lintas Bogor Line, Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan aktivitas pelanggan tertinggi.
Selama Semester I 2026, stasiun ini mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri dari 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out, atau rata-rata sekitar 101.942 pelanggan per hari.
Stasiun Bogor juga menempati posisi pertama dalam daftar lima stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi selama Semester I 2026.
Posisi berikutnya ditempati Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pergerakan pelanggan, Stasiun Sudirman sebanyak 13.078.339, Stasiun Citayam sebanyak 11.465.614, serta Stasiun Bekasi dengan 11.425.878 pergerakan pelanggan.
Data mobilitas tersebut menjadi dasar bagi KAI dalam memperkuat kapasitas layanan di Bogor Line. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta (SF12).
Kehadiran rangkaian dengan kapasitas lebih besar diharapkan mampu meningkatkan daya angkut dalam setiap perjalanan sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pelanggan.
Melalui kesiapan operasional SF12, pelanggan diharapkan dapat menikmati ruang yang lebih luas, proses naik dan turun kereta yang lebih tertata, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman, khususnya pada periode dengan volume penumpang tinggi.
Saat ini, pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor telah memasuki tahap akhir penyelesaian dan berjalan bersamaan dengan rangkaian uji operasional.
Proyek yang dimulai pada 15 April 2026 tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada 15 Juli 2026.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan struktur dan arsitektur, pemasangan sistem mechanical, electrical, and plumbing (MEP), pekerjaan jalur rel, hingga penyempurnaan listrik aliran atas (LAA).
Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI juga memasang kanopi (overcapping) di area peron sehingga pelanggan dapat menunggu kereta dengan lebih nyaman, baik saat cuaca panas maupun hujan.
Sebagai bagian dari tahapan penyelesaian proyek, KAI telah melaksanakan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026.
Rangkaian pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, aspek keselamatan, serta kelancaran operasional sebelum fasilitas dimanfaatkan secara optimal oleh pelanggan.
Selama proses pengembangan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus menjaga kualitas pelayanan melalui pengaturan arus pelanggan, penyediaan informasi layanan, serta pendampingan oleh petugas di stasiun agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Selain memperkuat kapasitas di Stasiun Bogor, KAI juga terus berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI dalam meningkatkan konektivitas antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang.
Pengembangan ini akan mempermudah pelanggan yang ingin melanjutkan perjalanan dari Commuter Line menuju KA Pangrango maupun moda transportasi lainnya di kawasan Bogor.
Melalui berbagai pengembangan tersebut, KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
Dengan jutaan perjalanan yang dilayani setiap tahunnya di Bogor Line, peningkatan kapasitas, keselamatan, kenyamanan, dan konektivitas akan terus menjadi fokus utama dalam mendukung mobilitas masyarakat.