Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Angkutan Semen dan Klinker KAI Tembus 1,83 Juta Ton, Dukung Distribusi Industri

Angkutan Semen dan Klinker KAI Tembus 1,83 Juta Ton, Dukung Distribusi Industri

Pelayanan
14 Oktober 2026
by Administrator

Distribusi semen dan klinker menjadi salah satu bagian penting dalam pergerakan material industri di Indonesia. Sepanjang Januari–September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) mengangkut 1.829.352 ton semen dan klinker melalui kereta api. Volume ini turut berkontribusi terhadap angkutan barang non-batu bara KAI yang mencapai 9.148.571 ton pada periode yang sama.

Dibandingkan akhir Juli 2026, ketika volumenya tercatat 1.357.524 ton, angkutan semen dan klinker bertambah sekitar 471.828 ton selama Agustus–September. Angka tersebut menunjukkan distribusi material industri terus berlangsung hingga akhir kuartal III 2026.

Vice President of Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa semen dan klinker cocok diangkut menggunakan kereta api karena membutuhkan pengiriman dalam jumlah besar dan berulang pada koridor tertentu. Layanan kereta barang memberikan pilihan transportasi terjadwal untuk membawa material dari kawasan produksi menuju fasilitas pengolahan maupun titik distribusi, sekaligus mendukung kesinambungan aktivitas produksi dan konstruksi.

Dalam sembilan bulan, volume angkutan semen dan klinker tersebut setara dengan rata-rata sekitar 6.700 ton per hari kalender. Besarnya volume ini menggambarkan kebutuhan transportasi material untuk mendukung pembangunan perumahan, fasilitas publik, kawasan industri, hingga berbagai proyek konstruksi di daerah.

Layanan angkutan semen dan klinker KAI beroperasi di sejumlah koridor di Jawa dan Sumatra. Di Sumatra Selatan, kereta api menjadi bagian dari rantai distribusi Semen Baturaja. Sementara itu, di Sumatra Barat, jaringan rel menghubungkan kawasan industri Indarung dengan Bukit Putus, yang terhubung menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.

Setiap koridor memiliki pola distribusi yang berbeda, bergantung pada lokasi pabrik, fasilitas pengolahan, terminal, dan kebutuhan pelanggan. Anne menambahkan bahwa pelanggan industri membutuhkan pengiriman barang dalam volume besar dengan jadwal yang dapat direncanakan. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KAI menyesuaikan layanan dengan kapasitas lintas, kesiapan sarana, terminal, serta pola kebutuhan masing-masing pelanggan.

Semen dan klinker juga menjadi bagian dari portofolio angkutan non-batu bara KAI yang semakin beragam. Hingga September 2026, volume angkutan non-batu bara mencapai 9,15 juta ton, tumbuh 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Anne, kereta barang memiliki potensi besar untuk melayani komoditas bervolume tinggi karena satu rangkaian dapat membawa muatan dalam jumlah besar dalam satu perjalanan. Setiap ton material yang diangkut melalui rel turut menjaga rantai produksi dan distribusi tetap berjalan. Karena itu, KAI akan terus menjaga keandalan layanan agar pelanggan industri memiliki pilihan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Bagikan ke: