Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
KAI Teken MoU dengan Pemkot Sawahlunto dan BTP Wilayah Sumbar

KAI Teken MoU dengan Pemkot Sawahlunto dan BTP Wilayah Sumbar

Korporasi
16 Januari 2022
by Administrator

Dalam rangka penyelenggaraan perkeretaapian pada jalur antara Sawahlunto - Muaro Kalaban, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto dan Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Sumatera Bagian Barat melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama di Balairung Rumah Dinas Walikota Sawahlunto, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (14/01/2022).

Kesepakatan bersama ini di tandatangani oleh Walikota Sawahlunto, Deri Asta, S.H., dan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) wilayah Sumatera Barat Suranto dan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo. Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Niaga KAI Dadan Rudiansyah, Vice President KAI Divre II Sumatera Barat Mohamad Arie Fathurrochman, Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti, dan Kadishub Kota Sawahlunto Nurwansyah.

Penandatanganan kesepakatan bersama ini dimaksudkan sebagai komitmen awal dan landasan bagi para pihak untuk dapat meningkatkan potensi yang dimiliki masing - masing instansi berdasarkan kewenangan, kompetensi, program, dan kegiatan yang saling mendukung rencana terkait penyelenggaraan perkeretaapian pada jalur Kereta Api antara Sawahlunto - Muaro Kalaban.

Hal juga dilakukan untuk mendukung peningkatkan pelayanan dan aksesibilitas transportasi, dan ditetapkannya Kota Sawahlunto sebagai “Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto” oleh UNESCO yang diperlukan pengoperasian kembali prasarana dan sarana pada jalur kereta api antara Sawahlunto - Muaro Kalaban.

“Kesepakatan bersama ini mengandung arti penting dan strategis dalam percepatan dan peningkatan dalam mengaktifasi jalur kereta api di Sawahlunto,” ujar Wali Kota Sawahlunto Deri Asta.

Deri Asta mengatakan, selain dalam rangka merawat, menjaga dan melestarikan aset sejarah Kota Sawahlunto yang telah diakui sebagai warisan dunia, juga sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Seiring dengan berhentinya aktifitas penambangan batu bara pada tahun 1998, seluruh aktifitas yang terkait dengan penambangan termasuk transportasi Kereta Api lambat laun tak lagi berjalan. Kota Sawahlunto terancam menjadi kota mati dengan eksodusnya sebagian besar warga keluar daerah ataupun pindah bekerja ke Tanjung Enim. Secara bertahap Sawahlunto beralih dari Kota tambang menjadi Kota wisata dan puncaknya diakui oleh UNESCO sebagai Kota Warisan Dunia,” ungkap Deri Asta.

“Kami sangat bersyukur dengan apa yang di sepakati hari ini, yaitu reaktivasi Mak Itam dan hidupnya kembali Kereta Wisata yang imbasnya tidak hanya menunjang visi kota serta sesuai dengan agenda warisan dunia yaitu menjaga, merawat dan melestarikan peninggalan bersejarah. Namun juga membawa dampak positif dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” papar Deri Asta.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo juga mengungkapkan, penandatanganan kesepakatan bersama ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan bersama dalam rangka penyelenggaraan perkeretaapian pada jalur kereta api antara Sawahlunto - Muaro Kalaban.

Sekaligus sebagai salah satu program untuk mendukung “Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto” yang telah ditetapkan oleh Unesco, serta langkah strategis untuk melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat melalui pemulihan pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Saya yakin dengan sinergi, kolaborasi yang harmonis antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan KAI, apa yang kita rencanakan dan kita tanda tangani ini dapat segera terwujud,” ungkap Didiek Hartantyo. (Public Relations KAI)

Bagikan ke: